Xiaomi mengintegrasikan robot humanoid CyberOne dengan sistem AI canggih ke lini produksi kendaraan listrik (EV) di Beijing. Robot berstatus “pekerja magang” ini mampu mengikuti ritme pabrik yang memproduksi satu mobil setiap 76 detik.


Teknologi kecerdasan buatan kini mengambil wujud fisik di pabrik otomotif. Xiaomi mengintegrasikan model fondasi Vision-Language-Action (VLA) ke dalam robot humanoid CyberOne yang diperkenalkan pertama kali pada 2022.

Robot ini memiliki 4,7 miliar parameter yang dikombinasikan dengan metode reinforcement learning dan kontrol hibrida. Sistem tersebut menghasilkan waktu respons kurang dari 1 milidetik untuk beradaptasi dengan lingkungan pabrik yang dinamis.

Presiden Xiaomi, Lu Weibing, saat diwawancarai CNBC pada 5 Maret 2026, menjelaskan status realistis robot tersebut. “Robot di lini produksi kami belum melakukan pekerjaan resmi, lebih seperti pekerja magang (interns),” ujarnya.

Sebutan magang disematkan karena robot masih dalam fase pembelajaran intensif mengolah data dari lingkungan pabrik yang dinamis.

Akurasi 90,2 Persen di Area Die-Casting

Tuntutan kerja di pabrik sangat tinggi dengan siklus produksi 76 detik per mobil. Namun, AI canggih tersebut membuktikan kemampuannya dalam uji coba kontinu selama tiga jam.

Pada 7 Maret 2026, Lu Weibing menyatakan kedua robot humanoid mampu mengikuti kecepatan kerja pabrik. Robot ditugaskan di area die-casting untuk mengeksekusi tugas mekanis seperti mengencangkan mur self-tapping dan memindahkan material.

Laporan industri mencatat tingkat keberhasilan yang dicapai mencapai 90,2 persen. Meski akurasi tinggi, margin kegagalan yang tersisa masih membutuhkan campur tangan manusia sebagai pengawas keamanan dan pemecah masalah.

Target Operasi Skala Besar dalam Lima Tahun

Setiap detik operasional robot memberikan pasokan data dunia nyata bagi pengembangan sistem VLA. CEO Xiaomi, Lei Jun, menjadikan pencapaian awal ini sebagai batu loncatan menuju otomasi total.

Pada 3 Maret 2026 melalui aplikasi WeChat, Lei Jun menegaskan komitmen perusahaannya. “Robot humanoid telah memulai uji coba operasi di pabrik mobil kami, dan perusahaan berencana menempatkannya dalam jumlah besar di seluruh fasilitas produksi dalam waktu lima tahun,” ujarnya.