Biaya operasi AS di Iran membengkak hampir USD29 miliar, memaksa Pentagon menekan latihan, perawatan alutsista, dan kesiapan tempur.

KOSONGSATU.ID — Pentagon menghadapi tekanan anggaran berat setelah biaya operasi militer Amerika Serikat terkait perang Iran membengkak menjadi hampir USD29 miliar per 12 Mei 2026. Kenaikan biaya itu mulai mengganggu latihan, perawatan alat utama sistem senjata, hingga kesiapan tempur militer AS.

Pelaksana tugas pengawas keuangan Pentagon, Jules Hurst III, menyampaikan angka tersebut di hadapan anggota parlemen AS. Nilainya naik dari estimasi sebelumnya sebesar USD25 miliar pada akhir April 2026.

Menurut laporan Reuters, angka itu mencakup biaya operasi, perbaikan dan penggantian peralatan, serta kebutuhan tempur lain. Namun, metode perhitungan Pentagon belum sepenuhnya jelas dan biaya akhir masih berpotensi bertambah.

Latihan Mulai Terpangkas

Tekanan anggaran juga dirasakan Angkatan Laut AS. Laksamana Daryl Caudle mengatakan anggaran 2026 tidak memperhitungkan sepenuhnya kebutuhan Operasi Epic Fury, sehingga kegiatan rutin militer ikut terdampak.

Ia memperingatkan, tanpa tambahan dana, perekrutan personel, bonus kontrak, pemindahan prajurit dari kamp pelatihan, jam terbang, dan latihan operasional dapat terganggu. Kondisi ini membuat kesiapan tempur jangka panjang ikut dipertaruhkan.