Pesawat pengebom B-52H Amerika Serikat mendarat darurat di Inggris akibat gangguan teknis di tengah memanasnya konflik Timur Tengah.


KOSONGSATU.ID – Pesawat pengebom strategis Boeing B-52H Stratofortress milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) terpaksa melakukan pendaratan darurat di Pangkalan Udara RAF Fairford, Inggris, Selasa (24/3/2026).

Insiden yang terjadi tak lama setelah lepas landas ini memicu gelombang spekulasi mengenai adanya upaya sabotase atau ancaman rudal dari pihak eksternal.

Pesawat bernomor registrasi 60-0060 tersebut terpantau terbang pada pukul 09.20 waktu setempat untuk menjalankan misi patroli. Namun, hanya berselang 18 menit di udara, pilot memancarkan kode squawk 7700 yang menandakan kondisi darurat umum.

Saat itu, pengebom berat ini berada di ketinggian 10.000 kaki di atas wilayah timur Southampton sebelum akhirnya bergegas putar balik.

Gangguan Teknis di Udara

Pihak militer Amerika Serikat bergerak cepat mengklarifikasi situasi guna meredam kepanikan publik yang sempat viral di media sosial. USAF memastikan bahwa insiden tersebut murni disebabkan oleh kendala internal pesawat dan tidak berkaitan dengan ancaman dari luar, meskipun tensi geopolitik dengan Iran sedang mencapai titik tertinggi.