Dua Jalan ke Depan

Proyeksi ke depan terbagi dua. Dalam skenario optimistis, reformasi berjalan dengan mandat kuat, melibatkan masyarakat sipil, dan mendapat dukungan penuh Presiden, DPR, serta Kapolri. Polri perlahan berubah menjadi lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Kepercayaan publik bisa dipulihkan.

Namun dalam skenario pesimistis, semua berakhir sebagai retorika. Tim reformasi hanya jadi pajangan, rekomendasi tidak mengikat, resistensi internal membelenggu, dan intervensi politik mengaburkan tujuan. Publik kecewa, legitimasi Polri makin runtuh, dan Presiden dituding gagal memenuhi janji.

Reformasi Polri hari ini berada di persimpangan. Ahmad Dofiri memang figur kredibel, tetapi ia bukan juru selamat tunggal.

Keberhasilan hanya mungkin terwujud jika mandatnya jelas, pelibatan publik nyata, dan komitmen politik dijaga konsisten. Tanpa itu, penunjukan ini hanya akan menambah daftar panjang reformasi yang gagal ditepati—sebuah ironi pahit bagi institusi yang seharusnya menjadi pelindung rakyat.***