Ketergantungan akut pada chip Taiwan memaksa negara Barat berinvestasi ratusan miliar dolar.
KOSONGSATU.ID –Industri semikonduktor saat ini telah berevolusi menjadi arena perebutan kekuasaan geopolitik paling sengit di dunia. Kepingan cip silikon resmi menyandang status sebagai minyak baru pendorong laju era digital.
Seluruh sektor strategis dari kecerdasan buatan, kendaraan listrik, hingga alutsista militer sangat bergantung pada pasokan chip. Titik pusat gravitasi dari seluruh rantai pasok ini berada di tangan.
Dominasi mutlak TSMC menciptakan sebuah titik kegagalan tunggal yang memicu kepanikan serius bagi negara-negara adidaya. Fasilitas manufaktur di Taiwan harus menyala 24 jam sehari untuk merakit chip pesanan global.
Proses ini sangat rentan terhadap gangguan eksternal. Getaran gempa atau mati listrik sesaat saja bisa menghancurkan puluhan ribu wafer dan memicu kerugian hingga triliunan rupiah.
Kepanikan ini direspons secara agresif oleh pemerintah Amerika Serikat melalui regulasi industri yang masif. Semiconductor Industry Association (SIA) yang berada di bawah arahan Pemerintah Amerika Serikat menerbitkan analisis risiko yang mengkhawatirkan pada Februari 2026.
Analisis ini menyoroti dampak kehancuran ekonomi apabila pasokan dari Taiwan terhenti mendadak.
”Jika pasokan semikonduktor Taiwan terputus, AS akan menghadapi krisis ekonomi terbesar sejak Depresi Hebat. PDB AS akan turun sebesar 2,5 triliun dolar AS, sementara PDB Tiongkok akan menyusut 2,8 triliun dolar AS,” beber laporan SIA yang dipublikasikan oleh The New York Times pada 25 Februari 2026.




0 Komentar