Di tengah perang yang membakar Iran, Pemimpin Besar Revolusi Islam Mojtaba Khamenei kirimkan pesan apresiasi kepada ulama Sunni Kurdistan atas solidaritas mereka.


KOSONGSATU.ID – Sebuah pesan singkat namun sarat makna. Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, menyampaikan apresiasi langsung kepada para ulama Ahli Sunnah Provinsi Kurdistan atas ungkapan belasungkawa dan solidaritas mereka pasca gugurnya pemimpin sebelumnya — Ayatullah Ali Khamenei — dalam serangan udara AS-Israel di Teheran, 28 Februari 2026.

Pesan tertanggal 4 Farvardin 1405 HS atau 1 April 2026 itu dirilis melalui kantor berita IRNA dan jaringan Al-Manar. Teksnya singkat dan hangat.

“Saya menyampaikan rasa terima kasih atas pernyataan solidaritas ucapan belasungkawa terkait kesyahidan Pemimpin Besar Revolusi Islam dan mengapresiasi pernyataan Anda kepada saya. Semoga Allah mendukung dan memberikan kesuksesan kepada Anda semua yang terhormat dalam melayani agama Islam,” tulis Mojtaba Khamenei dalam pesannya kepada ulama Kurdistan, 31 Maret 2026.

Sinyal Persatuan Sunni-Syiah di Tengah Perang

Pesan ini bukan sekadar formalitas. Press TV mencatat bahwa Mojtaba Khamenei secara khusus menyebut apresiasi atas ketulusan “perasaan, cinta, dan kesetiaan” para ulama Sunni Kurdistan — sebuah gestur yang dibaca analis sebagai upaya memperkuat kohesi internal Iran di tengah tekanan perang.

Provinsi Kurdistan adalah kawasan mayoritas Muslim Sunni di barat Iran, berbatasan dengan Irak. Solidaritas ulama Sunni setempat kepada Pemimpin Besar yang baru memiliki bobot simbolis tinggi — menunjukkan bahwa guncangan perang tidak memecah belah persatuan lintas mazhab di dalam negeri.

Langkah ini selaras dengan pola komunikasi Mojtaba Khamenei sejak menjabat. Menurut CNN, seluruh pesan Rahbar baru disampaikan secara tertulis — tanpa satu pun penampilan langsung di depan publik. Kondisi kesehatannya pasca serangan yang menewaskan seluruh keluarga intinya masih menjadi pertanyaan besar di panggung internasional.