Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun meninjau proyek tanggul pesisir sepanjang 3.100 meter di Kelurahan Kepel, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan, Sabtu (7/3/2026).


KOSONGSATU.ID–Misbakhun turun langsung ke lokasi dalam rangkaian agenda Safari Ramadan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. Ia ingin memastikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perbankan BUMN benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat pesisir.

Kawasan pesisir utara Pasuruan selama ini menghadapi ancaman ganda, yakni banjir bandang dari hulu dan banjir rob dari laut. Setiap kali cuaca ekstrem melanda, tambak-tambak ikan yang menjadi urat nadi ekonomi warga hancur tersapu luapan air. Kerugian finansial yang ditimbulkan mengancam stabilitas pasokan ikan daerah.

Tanggul Sepanjang 3.100 Meter dari Dana CSR

Proyek vital pengamanan pesisir ini dikerjakan secara maraton pada awal tahun 2026. Infrastruktur membentang kokoh dengan total panjang mencapai 3.100 meter. Proses pengerjaan memakan waktu sekitar satu hingga dua bulan dengan mengandalkan suntikan dana CSR dari dua bank BUMN.

Keberadaan tanggul memberikan perlindungan bagi dua kelompok pembudidaya ikan, yakni Pokdakan Makmur Bersama dan Maju Sejahtera. Para petambak kini tidak perlu lagi dihantui ancaman gagal panen massal saat musim hujan tiba.

Ekosistem budidaya ikan yang tadinya sangat rentan kini memiliki tameng pelindung fisik yang solid. Infrastruktur ini dirancang khusus untuk menahan intervensi air bah, memastikan siklus tebar benih hingga panen berjalan mulus.

Selaras dengan Visi Ketahanan Pangan Prabowo

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Minggu (8/3/2026), Misbakhun menegaskan bahwa pembangunan tanggul pesisir ini sangat selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat.

“Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bertekad mewujudkan ketahanan pangan. CSR berupa tanggul ini adalah sebagai salah satu upaya mewujudkan ketahanan pangan melalui perikanan,” ujar Misbakhun.

Inisiatif pembangunan ini diharapkan mampu mengamankan posisi Pasuruan sebagai lumbung perikanan budidaya regional. Kolaborasi harmonis antara legislatif, BUMN, dan kelompok warga mempercepat terwujudnya target ketahanan pangan secara riil.

“Semoga keberadaan tanggul membantu petambak dalam budidaya ikan, sehingga perekonomian dari perikanan terus bergerak,” pungkasnya.***