Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia naik dari kisaran 74 tahun menjadi 76 tahun pada 2029. Kuncinya, penguatan layanan kesehatan primer yang lebih fokus pada pencegahan penyakit tidak menular.
KOSONGSATU.ID – Pemerintah terus mendorong transformasi layanan kesehatan primer agar masyarakat Indonesia bisa hidup lebih sehat dan lebih lama. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan target usia harapan hidup nasional naik dua tahun, dari sekitar 72-74 tahun saat ini menjadi 76 tahun pada 2029.
Menurut Menkes, penyebab utama usia harapan hidup yang masih rendah bukan lagi penyakit menular, melainkan penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, kanker, dan gagal ginjal. Penyakit-penyakit ini sering muncul karena faktor risiko yang terlambat terdeteksi.
“Karena sekarang yang paling banyak bikin usia kita pendek, itu stroke, jantung, kanker, ginjal. Ini semua kalau CKG-nya rutin, ketahuan, ditata laksana, insya Allah bisa ditekan,” ujar Budi Gunadi Sadikin di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Strategi Utama: Pencegahan di Tingkat Primer
Transformasi layanan kesehatan primer menjadi andalan pemerintah. Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu instrumen penting untuk deteksi dini. Melalui pemeriksaan rutin, faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, gula darah, kolesterol, dan status gizi bisa diketahui lebih awal sebelum berkembang menjadi komplikasi berat.
Selain itu, Kemenkes menekankan pemenuhan gizi yang tepat sesuai kelompok usia. Setiap fase kehidupan punya kebutuhan gizi berbeda, dan pemenuhan yang baik akan mendukung kualitas hidup hingga usia lanjut. Pendekatan ini diharapkan tidak hanya memperpanjang usia, tapi juga meningkatkan *healthy life expectancy* atau usia harapan hidup sehat dari 60 menjadi 65 tahun.
Fokus pada layanan primer juga bertujuan mengurangi tekanan pada rumah sakit. Dengan mencegah penyakit sejak dini di tingkat puskesmas dan fasilitas dasar lainnya, masyarakat diharapkan lebih produktif dan beban biaya kesehatan nasional bisa lebih terkendali.
Dampak yang Diharapkan
Peningkatan dua tahun usia harapan hidup ini bukan sekadar angka. Ia mencerminkan perubahan nyata dalam pola hidup masyarakat, terutama di daerah-daerah yang selama ini akses layanan preventifnya masih terbatas. Dengan strategi yang lebih merata dan terjangkau, angka kematian dini akibat penyakit tidak menular diharapkan turun signifikan.
Target ini tertuang dalam Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK) yang sudah disiapkan dan menunggu penandatanganan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah optimistis, kombinasi antara deteksi dini, pengelolaan risiko, dan penguatan fasilitas primer akan membawa hasil yang terukur.***




Tinggalkan Balasan