Cicipi lezatnya garang asem bambu otentik di Warung Kinasih Tuntang, hidden gem kuliner Semarang dengan pesona alam yang asri ini.
KOSONGSATU. ID – Menggabungkan resep warisan leluhur dengan syahdunya pemandangan alam, Warung Kinasih dengan cepat menarik perhatian para pencinta kuliner.
Pengalaman bersantap di sini seolah membawa pengunjung kembali ke suasana pedesaan yang damai. Simak ulasan berikut untuk mengetahui hidangan apa saja yang wajib Anda cicipi saat berkunjung.
Kelezatan Garang Asem Bambu yang Otentik
Warung Kinasih memanjakan lidah pengunjung melalui menu andalannya, yakni Garang Asem Bambu. Pengelola warung memasak hidangan ayam kampung ini secara unik langsung di dalam bumbung bambu menggunakan kayu bakar.
Teknik tradisional ini secara alami menghasilkan aroma smoky khas yang sulit Anda temukan di tempat makan lain.

Proses memasak yang presisi membuat bumbu rempah meresap sempurna ke dalam serat daging ayam kampung. Hasilnya, pengunjung bisa menikmati tekstur daging yang sangat empuk dan mudah lepas dari tulang, atau yang kerap pencinta kuliner Jawa sebut dengan istilah “mrothool”. Kuah garang asemnya pun memberikan sensasi segar, gurih, dan sedikit asam yang sangat menggugah selera, terutama saat Anda menyantapnya hangat-hangat bersama seporsi Nasi Liwet.
Ragam Menu Pendamping yang Menggoda
Selain mengandalkan garang asem, Warung Kinasih juga menghadirkan berbagai menu pendamping istimewa. Anda wajib mencoba ayam kampung goreng serundeng yang menonjolkan rasa gurih serta taburan kelapa berbumbu yang harum.
Untuk melengkapi hidangan utama, warung ini juga menyediakan aneka sate-satean dan gorengan khas rolade. Setelah puas menyantap hidangan utama, Anda bisa beralih ke hidangan penutup favorit pelanggan: pisang goreng palm sugar.
Camilan manis ini menawarkan tekstur renyah di luar dengan balutan rasa manis gula palem yang khas, sehingga menutup pengalaman bersantap Anda dengan sempurna.
Hidden Gem dengan Pesona Alam Asri
Berlokasi di Dusun Kumpulrejo, Candirejo, Kecamatan Tuntang, Warung Kinasih berbatasan langsung dengan kawasan Salatiga. Tempat makan ini mengusung konsep hidden gem yang menawarkan suasana sederhana, nyaman, dan jauh dari kebisingan kota.
Daya tarik utama warung ini tidak hanya terletak pada makanannya, tetapi juga pesona alamnya yang asri. Hal ini turut mendapat pujian langsung dari pengunjung.
”Makanannya sangat yummy, apalagi kita mendapat bonus pemandangan gunung, Rawa Pening, dan hamparan persawahan yang bikin betah,” ujar Yuni (40), seorang wisatawan asal Depok yang sengaja mampir untuk menikmati makan siang bersama keluarganya.
Akses Mudah dari Jalan Utama
Meski mengusung konsep hidden gem, menemukan lokasi Warung Kinasih ternyata sangat mudah. Bagi Anda yang melintas dari arah Jalan Raya Salatiga-Semarang (kawasan Tuntang), Anda cukup mengarahkan kendaraan masuk ke jalur menuju Desa Candirejo.
Akses jalannya sudah beraspal mulus dan sangat memadai untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Setibanya di lokasi, area parkir yang luas sudah menanti pengunjung, lengkap dengan fasilitas musala yang bersih dan nyaman. Anda bisa mengunjungi tempat ini setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB.
Kehadiran Warung Kinasih sejak akhir tahun 2025 lalu memberi warna segar pada peta kuliner Kabupaten Semarang. Perpaduan antara cita rasa tradisional yang otentik, kemudahan akses lokasi, serta bonus pemandangan alam yang menenangkan membuat warung ini layak masuk ke dalam daftar wajib kunjung Anda.
Tempat ini membuktikan bahwa hidangan sederhana yang koki masak dengan penuh dedikasi mampu memberikan pengalaman wisata kuliner yang tak terlupakan.***





Tinggalkan Balasan