Di media sosial, jajanan lawas kita sedang naik daun. Tapi di pasar tradisional, pedagang aslinya justru tidak selalu ikut menikmati viralitas itu — dan angkanya membuktikannya.

KOSONGSATU.ID — Mei 2026, sebuah video pendek di TikTok memperlihatkan jajanan sekolah lawas — dari cilok hingga es lilin — ditonton jutaan kali. Tren serupa berulang: konten kreator mengangkat kembali jajanan tradisional, videonya viral, dan tiba-tiba semua orang merindukan klepon, lupis, onde-onde.

Tapi di balik layar, kondisi pedagang aslinya jauh berbeda ceritanya.

Apa yang Sedang Terjadi?

Tren kuliner 2026 memperlihatkan dua arus yang berjalan beriringan. Di satu sisi, makanan kekinian mendominasi. Di sisi lain, ada kebangkitan jajanan tradisional yang semakin sering muncul dalam konten media sosialklepon dengan isian matcha, onde-onde berhias Oreo, lupis dalam mangkuk estetik. Makanan lama, kemasan baru, algoritma bekerja.

Siapa yang Membuat Kontennya, Siapa yang Menjualnya?

Di sinilah paradoksnya dimulai. Yang paling diuntungkan dari viralitas ini sering kali bukan pedagang tradisional di pasar, melainkan kreator konten, kafe urban, atau UMKM baru yang cerdik membaca tren.

Satu ulasan positif dari kreator besar memang bisa membuat warung banjir pesanan dalam semalam — tapi itu hanya terjadi pada segelintir pedagang yang terekspos. Sisanya menunggu pembeli yang datang sendiri, seperti biasa.

Angkanya Berbicara

Data menunjukkan kondisi yang sebaliknya dari euforia media sosial. Berdasarkan catatan Euromonitor, jumlah gerai ritel tradisional Indonesia turun dari 4,57 juta (2017) menjadi 3,57 juta (2021) — hilang hampir satu juta gerai dalam empat tahun.

Di Jakarta, 40 persen dari 153 pasar tradisional yang dikelola Pasar Jaya dilaporkan dalam kondisi memprihatinkan: kumuh, bocor, sepi pengunjung. Ketua Komisi B DPRD DKI menyebut pergeseran pola belanja masyarakat ke platform online telah menekan omzet pedagang lebih dari 50 persen. Jelang Lebaran 2026, pedagang di Pasar Tanah Abang melaporkan penurunan omzet hingga 50 persen — bahkan lebih.