Pakistan dan Iran mengklaim Lebanon masuk cakupan gencatan senjata, tapi AS dan Israel membantah tegas. Korban tewas di Lebanon mencapai 357 orang.


KOSONGSATU. ID – Menhan Pakistan mengecam keras agresi militer Israel di Lebanon sebagai genosida, di tengah perundingan damai yang sedang berjalan.

Sikap tegas ini mencerminkan keprihatinan sekaligus rasa frustrasi mendalam dari Islamabad selaku pihak mediator.

Ketika meja perundingan diharapkan mampu menghentikan pertikaian, realita di lapangan justru berbanding terbalik seiring eskalasi serangan mematikan yang terus menelan korban jiwa tak berdosa.

Kecaman Keras dari Islamabad

Menteri Pertahanan (Menhan) Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, melontarkan kritik tajam terhadap operasi militer Israel yang terus menggempur wilayah Lebanon.

Ia secara tegas menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk genosida nyata. Padahal, pada saat yang sama, upaya diplomatik tingkat tinggi sedang berlangsung di Islamabad, Pakistan.

Melalui akun media sosial X pada Kamis (9/4/2026) malam, Asif tidak menahan kekesalannya. Ia mengutuk sikap Tel Aviv yang terus menolak memberlakukan kesepakatan gencatan senjata di wilayah Lebanon.

“Israel itu jahat dan kutukan bagi umat manusia, sementara perundingan damai sedang berlangsung di Islamabad, genosida sedang dilakukan di Lebanon,” tegas Asif dalam pernyataannya.

Ia menambahkan bahwa pertumpahan darah warga sipil terus berlanjut tanpa henti, mulai dari Gaza, Iran, hingga kini menyasar Lebanon.

Menyinggung Sejarah ‘Negara Kanker’

Lebih lanjut, Menhan Pakistan itu melabeli Israel dengan sebutan “negara kanker” yang sengaja ditanamkan secara paksa di atas tanah Palestina.

Menurut Asif, eksistensi negara tersebut selama ini terbukti hanya membawa rentetan kehancuran dan ketidakstabilan, baik untuk kawasan Timur Tengah maupun dunia secara lebih luas.

Kemarahannya memuncak saat ia menyinggung pihak-pihak yang berperan dalam pembentukan negara tersebut.

“Saya berharap dan berdoa agar orang-orang yang menciptakan negara kanker ini di tanah Palestina, yang bertujuan untuk menyingkirkan orang-orang Yahudi di Eropa, terbakar di neraka,” tulisnya.

Kontroversi Ruang Lingkup Gencatan Senjata

Pernyataan keras dari pejabat tinggi Pakistan ini muncul bukan tanpa alasan. Sejak Rabu (8/4/2026), militer Israel justru semakin gencar meningkatkan serangan udaranya ke berbagai penjuru Lebanon.