Media Jerman Bild menyebut Iran menyimpan fasilitas rudal jauh di bawah batu granit, membuat serangan bunker buster AS dinilai tak mudah menembusnya.
KOSONGSATU.ID – Laporan media Jerman Bild mengangkat ketangguhan bunker militer Iran yang dibangun sangat dalam di bawah pegunungan granit.
Dalam laporan yang dikutip media lain, sebagian fasilitas disebut berada hingga sekitar 400 sampai 500 meter di bawah permukaan.
Angle-nya jelas: perang udara belum tentu cukup.
Analisis yang dimuat menyebut lapisan batu keras setebal sekitar 50 hingga 100 meter menjadi perisai alami yang menyulitkan penghancuran dari udara.
Sejumlah pangkalan bawah tanah Iran juga disebut tersebar di kawasan pegunungan dan dirancang untuk menjaga rudal, drone, serta jalur peluncuran tetap aktif saat diserang.
Granit Jadi Perisai
Klaim soal bunker “nyaris kebal” itu mendapat konteks dari kemampuan senjata AS sendiri.
Menurut lembar fakta Angkatan Udara AS, GBU-57 Massive Ordnance Penetrator dirancang untuk menghantam sasaran yang terlindungi sangat kuat. Namun, berbagai laporan menyebut kemampuan tembusnya tetap terbatas dibanding kedalaman fasilitas Iran yang tertanam jauh di perut gunung.
BBC pada Juni 2025 juga melaporkan bom itu diperkirakan mampu menembus sekitar 60 meter tanah atau 18 meter beton. Angka itu menunjukkan mengapa target yang berada ratusan meter di bawah batuan gunung tetap menjadi tantangan besar.
Di sinilah keunggulan Iran.
Dengan fasilitas yang dalam dan tersembunyi, Iran dinilai masih bisa menjaga produksi, penyimpanan, dan peluncuran rudal meski pangkalan permukaan dihantam berkali-kali. Laporan tentang kompleks dekat Yazd bahkan menyebut lokasi itu tetap berfungsi setelah serangan berulang, sekaligus memperlihatkan skala jaringan bawah tanah Iran yang luas.
Serangan Udara Bisa Buntu
Pelajaran dari konflik sebelumnya juga memperkuat gambaran itu. Setelah serangan AS ke situs nuklir Iran pada Juni 2025, citra satelit menunjukkan kerusakan besar di permukaan, tetapi tingkat kehancuran aset bawah tanah tetap sulit dipastikan sepenuhnya.
Artinya, bunker bukan sekadar gudang.
Ia adalah tulang punggung strategi bertahan Iran. Selama fasilitas bawah tanah itu tetap utuh, ancaman udara tradisional dari lawan akan terus berhadapan dengan satu masalah lama: target terlihat, tetapi belum tentu bisa dilumpuhkan. ***




Tinggalkan Balasan