Serangan terbaru ke Isfahan menghantam depot amunisi dan kembali menyeret kampus ke medan perang.
KOSONGSATU.ID — Isfahan kembali menjadi sasaran serangan besar dalam gelombang perang terbaru antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Kali ini, target utamanya adalah depot amunisi besar di kota itu.
The Wall Street Journal melaporkan militer AS menghantam depot tersebut dengan bom bunker buster seberat 2.000 pon. Seorang pejabat AS mengatakan banyak munisi penetrator dikerahkan dalam serangan itu.
Presiden AS Donald Trump mengunggah video ledakan besar tanpa keterangan. Rekaman itu memperlihatkan rangkaian ledakan dan bola api yang menerangi langit malam Isfahan.
Ledakan susulan yang muncul setelah hantaman awal menguatkan dugaan bahwa sasaran serangan memang merupakan lokasi penyimpanan amunisi dalam skala besar.
Ini yang membuat serangan itu tampak sangat spektakuler.

Kampus kembali diserang untuk kedua kali
Di saat yang sama, mengutip laporan Xinhua, Universitas Teknologi Isfahan kembali disebut menjadi target. Media pemerintah dan laporan internasional menyebut kampus itu dihantam lagi, hanya beberapa hari setelah serangan sebelumnya.
Serangan terbaru ini menjadikan kampus tersebut sebagai sasaran kedua dalam sepekan. Laporan awal menyebut empat staf universitas mengalami luka-luka.
Serangan ke kampus memperluas sorotan terhadap perang ini. Bukan hanya fasilitas militer yang disasar, tetapi juga area yang diklaim Iran sebagai bagian dari infrastruktur pendidikan dan riset.
IRGC ancam balasan ke universitas AS dan Israel
Setelah serangan ke kampus, Garda Revolusi Iran mengeluarkan ancaman keras. IRGC menyatakan universitas-universitas Israel dan universitas AS di Asia Barat kini dianggap sebagai target sah.
Ancaman itu disertai peringatan kepada staf, mahasiswa, dan warga sipil agar menjauh dari fasilitas yang terkait dengan AS dan Israel. Isyaratnya jelas: Iran ingin membalas serangan ke kampus dengan pesan yang sama kerasnya.




0 Komentar