Gotong-Royong yang Menghidupkan Indonesia Raya
OPSHID menjalankan program Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubiina serentak di 17 Provinsi se-Indonesia. Bojonegoro hanyalah salah satu titiknya. Total ada 97 rumah yang dibangun serentak. Bojonegoro mengambil jatah tiga.
Program ini, menurut keterangan organisasi, lahir sebagai jalan syukur kepada Allah Swt. sekaligus ladang pengabdian bagi sesama. Mereka percaya, kebahagiaan sejati ada dalam pelayanan: kepada iman, kemanusiaan, dan alam semesta.
Ketua OPSHID Bojonegoro, Moch Muhlisin, menegaskan bahwa program rumah syukur merupakan wujud rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap sesama.
“Program ini adalah amanah dari Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Bapak Kiai Moch. Muchtar Mu’thi, yang dijalankan lewat pintu OPSHID. Semoga rumah-rumah ini membawa berkah dan meringankan beban keluarga penerima,” ujarnya.
M. Asep Awaludin, pengurus DPD OPSHID Bojonegoro, meneguhkan pernyataan itu. Ia menyebut, gotong royong adalah jawaban untuk masalah-masalah hidup yang berat.
“Dengan semangat kebersamaan, kita mampu menyelesaikan persoalan papan atau tempat tinggal yang dihadapi saudara-saudara kita,” katanya.
Lebih dari sekadar rumah, yang hadir di Bojonegoro adalah simbol persaudaraan.
Dinding-dinding itu berdiri dari batu bata yang diangkat bersama, atap terpasang karena tangan-tangan yang bekerja ikhlas, dan senyum keluarga penerima mengalun seirama dengan semangat Indonesia Raya.
Gerakan ini menyimpan pesan sederhana namun mendalam: Indonesia bisa besar bukan hanya karena pembangunan megah dari pemerintah, melainkan juga dari kebersamaan rakyat yang tak segan bahu-membahu.
OPSHID berharap, langkah kecil ini menginspirasi organisasi lain untuk ikut serta. Karena ketika semangat berlomba-lomba dalam kebaikan menyala, maka Indonesia Raya benar-benar hidup dalam dada setiap anak bangsa.***




2 Komentar