Iran gunakan animasi Lego dan rap sindir AS. Strategi visual ini sasar publik Amerika demi memenangkan perang opini di medsos.
KOSONGSATU. ID – Setelah serangan Amerika Serikat dan Israel, Iran secara mengejutkan merilis deretan video propaganda bergaya animasi Lego dan iringan musik rap. Banyak pengamat amatir menganggap langkah ini kekanak-kanakan. Padahal, Iran sedang melancarkan strategi komunikasi yang matang dan berbasis riset mendalam.
Iran sangat menyadari bahwa perang modern bukan sekadar adu senjata militer. Mereka juga harus memenangkan perang narasi, terutama untuk merebut opini publik Amerika Serikat. Tekanan warga AS terbukti ampuh memengaruhi Kongres, media massa, hingga mengubah arah kebijakan luar negeri.
Strategi Iran menjadi sangat rasional ketika kita menengok data literasi di Amerika. Studi menunjukkan sekitar 54 persen orang dewasa di AS memiliki tingkat literasi di bawah level kelas enam sekolah dasar.
Berbagai survei juga membuktikan bahwa banyak warga AS tidak bisa menunjuk lokasi Iran di peta, tidak tahu perbedaan Iran dan Irak, serta tidak memahami sejarah konflik Timur Tengah.
Oleh karena itu, pidato politik yang panjang atau artikel geopolitik yang rumit tentu tidak akan efektif menjangkau mereka. Publik Amerika lebih mudah mencerna informasi visual yang sederhana, seperti animasi pendek, musik, humor, serta narasi hitam-putih mengenai siapa korban dan siapa penjahat.
Format ini juga sangat ideal untuk persebaran algoritma di TikTok, X, Instagram, dan YouTube Shorts.
Meninggalkan Gaya Diplomat Kaku
Perubahan strategi komunikasi ini juga terlihat jelas di berbagai platform media sosial. Akun-akun resmi Kedutaan Besar Iran di berbagai negara mulai meninggalkan gaya bahasa diplomatik yang kaku. Mereka kini lebih sering mempraktikkan trolling atau melontarkan ejekan di platform X.
Contoh nyatanya datang dari akun X Kedubes Iran di Zimbabwe yang mencuit santai, “Trump, please talk. We are bored” (Trump bicara dong, kita bosan nih). Hasil interaksinya luar biasa. Cuitan singkat tersebut sukses meraup 5,5 juta tayangan, 2.200 komentar, dan 96 ribu kali dibagikan.
Menyindir Ancaman Trump Lewat Animasi
Iran langsung mempraktikkan strategi visual ini untuk merespons eskalasi terbaru. Mereka merilis video pertama berjudul “Khamenei Lagi”. Animasi ini menceritakan Donald Trump yang mendapat tekanan dari Zionis dan kelompok Epstein untuk menyerang Iran dan membunuh Ayatullah Ali Khamenei. Namun, rakyat Iran terus melawan di bawah pimpinan “Khamenei” yang baru, yakni Ayatullah Mojtaba Khamenei.




0 Komentar