Kiai Afifuddin tegaskan balasan Iran ke AS-Israel sah secara Fiqh al-Qital dalam bedah konflik geopolitik Timur Tengah, Ahad (5/4/2026).
KOSONGSATU. ID – Pernyataan krusial tersebut dilontarkan sebagai respons intelektual dan keagamaan atas memanasnya eskalasi militer yang tengah mengguncang tatanan global belakangan ini.
Melalui forum kajian tersebut, rentetan konflik bersenjata antara kedua belah pihak dibedah tidak sekadar dari kacamata politik internasional, melainkan secara spesifik dikuliti melalui lensa hukum perang dalam Islam guna menakar legitimasi setiap manuver militer yang terjadi.
Pandangan Tegas Kiai Afifuddin Muhajir di Awal Diskusi
Wakil Rois Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Dr. KH. Afifuddin Muhajir, M.A., melontarkan pandangan tegas terkait eskalasi konflik berdarah di Timur Tengah. Secara gamblang, ia menyatakan bahwa serangan balasan Iran terhadap militer Amerika Serikat (AS) dan Israel memiliki pijakan yang sangat kuat dalam hukum perang Islam.
”Apa yang dilakukan Iran melakukan pembalasan atas agresi USA-Israel, termasuk menyerang pangkalan militer AS di Negara Teluk, sudah benar secara fikih qital,” tegas Kiai Afifuddin saat memaparkan materinya secara virtual, Ahad (5/4/2026).
Ketajaman analisis ini langsung memantik perhatian para peserta diskusi. Salah seorang pengamat yang hadir bahkan menilai pernyataan Kiai Afifuddin melangkah lebih maju dan berani jika dibandingkan dengan siaran pers resmi Ulama al-Azhar maupun beberapa tokoh ulama Timur Tengah lainnya.
Tragedi Kemanusiaan dan Pemicu Eskalasi Militer
Pandangan lugas ulama terkemuka ini mengemuka untuk merespons rentetan tragedi kemanusiaan yang pecah sejak akhir Februari lalu. Sebelumnya, agresi masif AS dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari 2026 memicu kehancuran yang luar biasa. Serangan tersebut secara sengaja menyasar dan menewaskan sejumlah tokoh kunci, termasuk Ali Khamenei dan Ali Larijani.
Lebih parah lagi, agresi tersebut meluluhlantakkan infrastruktur sipil berskala luas. Dunia menyoroti hancurnya fasilitas krusial seperti rumah sakit dan sekolah, serta mengutuk tragedi memilukan jatuhnya rudal di Minab yang merenggut nyawa 175 anak-anak tanpa dosa.




0 Komentar