Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dalam siaran IRIB TV pada hari yang sama menyatakan struktur keamanan negara tetap solid. Ia mengatakan Iran telah mempertimbangkan semua skenario dan “pelaku akan menderita konsekuensi berat.”

Transisi Kekuasaan Dimulai

Kematian Khamenei memicu aktivasi protokol konstitusional. Proses transisi melibatkan Presiden Pezeshkian, Kepala Kehakiman Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, serta Dewan Garda hingga penunjukan pemimpin permanen oleh Majelis Ahli.

Khamenei memimpin Iran sejak 1989, menjadikannya figur sentral dalam kebijakan domestik dan regional selama lebih dari tiga dekade.

Di luar negeri, tokoh oposisi di pengasingan, Reza Pahlavi, melalui media sosial pada 1 Maret 2026, menyerukan mobilisasi publik sebagai momentum perubahan politik.

Eskalasi Regional

Sejumlah laporan media internasional, termasuk Reuters dan Agence France-Presse, menyebut beberapa jam setelah konfirmasi kematian tersebut terjadi serangan balasan berupa rudal dan drone ke pangkalan militer asing di kawasan Teluk, termasuk di Dubai dan Doha.

Otoritas Iran belum merinci target maupun dampak kerusakan secara terbuka.

Pemerintah meliburkan instansi pemerintahan dan pendidikan selama satu pekan. Prosesi pemakaman diperkirakan akan dihadiri jutaan warga.

Kepergian Khamenei terjadi di tengah ketegangan nuklir dan konflik regional yang memanas, menempatkan Iran dalam fase politik paling krusial sejak Revolusi 1979. Dunia kini menunggu keputusan Majelis Ahli terkait suksesi kepemimpinan tertinggi negara tersebut. ***