Kematian Khamenei memicu pergeseran kuasa ke tangan militer.


KOSONGSATU.ID–Struktur komando Iran berubah drastis setelah Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, wafat dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Serangan itu juga dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat militer senior, termasuk Panglima Garda Revolusi dan penasihat keamanan nasional. Kekosongan di pucuk hierarki kekuasaan memicu respons cepat dari lingkaran militer.

Garda Revolusi Ambil Kendali

Sejumlah analisis intelijen internasional menyebut Ahmad Vahidi kini memegang kendali keamanan negara. Ia sebelumnya menjabat Wakil Kepala Garda Revolusi sejak Desember lalu.

Vahidi disebut mengoordinasikan respons militer dari lokasi yang dirahasiakan. Ia mengawasi peluncuran rudal balistik balasan yang menargetkan instalasi militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Iran terkait struktur komando terbaru. Namun sumber diplomatik menyebut keputusan strategis kini terpusat pada lingkaran Garda Revolusi.

Nasib Pemerintahan Sipil

Ketidakpastian menyelimuti pemerintahan sipil. Status Presiden Masoud Pezeshkian belum sepenuhnya jelas setelah sejumlah fasilitas negara di Teheran dilaporkan rusak.