Stok Pangan Nasional Dipastikan Aman

Meski menghadapi ancaman kekeringan, Menteri Amran optimistis produksi pangan tetap terjaga. Berdasarkan pengalaman menghadapi El Nino dahsyat pada 2015-2016 dan 2023, pemerintah yakin dapat mengatasi kondisi tahun ini.

“Jadi ke depan insyaallah produksi kita aman. Jadi menghadapi geopolitik ini yang memanas dan menghadapi El Nino kita sudah ada pengalaman,” sebut Amran.

Pemerintah mencatat cadangan pangan Indonesia saat ini mampu bertahan hingga sekitar 324 hari. Stok beras di Perum Bulog mencapai 3,7 juta ton dengan potensi produksi dari standing crop sekitar 10-11 juta ton.

“Produksi kita terus berjalan setiap bulan antara 2,6 juta sampai 5,7 juta ton. Itu range panen setiap bulannya, sedangkan kebutuhan kita adalah 2,5 juta ton per bulan. Jadi, pangan aman,” tegas Amran.

Peringatan Akademisi

Di sisi lain, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai El Nino. Ia memproyeksi terjadinya penurunan produksi beras nasional tahun ini sebesar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ini catatan penting. Untuk itu, prediksi saya produksi beras 2026 berpotensi turun hingga persen,” kata Andreas dalam acara di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Ia menegaskan bahwa berdasarkan sejarah produksi padi 30 tahun terakhir, saat La Nina produksi pasti naik, namun saat El Nino produksi pasti turun. Berbagai lembaga internasional memprediksi Indonesia akan memasuki fase El Nino mulai Juli 2026 hingga Juli 2027. ***