Jumlah peserta melampaui target awal 300 orang. Ajang perdana ini mempertemukan pesepeda dari 210 komunitas, 89 kota, 20 provinsi, dan tujuh negara.
KOSONGSATU.ID— KAI Ngebel King of the Mountain (KOM) 2026 menarik sekitar 500 pesepeda dalam penyelenggaraan perdananya, Sabtu, 1 Agustus 2026. Mereka menempuh rute sejauh 75,5 kilometer dari Kota Madiun menuju Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo.
Para peserta berasal dari 210 komunitas yang tersebar di 89 kota, 20 provinsi, dan tujuh negara. Jumlah tersebut melampaui target awal penyelenggara sebanyak 300 peserta.
Pendiri Mainsepeda Azrul Ananda mengatakan tingginya minat membuat panitia menutup pendaftaran lebih awal. Menurut dia, jumlah peserta KAI Ngebel KOM berada di luar perkiraan penyelenggara.
“Kami tidak menyangka. Biasanya kalau bukan Bromo KOM, pesertanya tidak sebanyak ini,” kata Azrul. “Tapi kali ini langsung 500 peserta, dan kami bahkan harus menutup pendaftaran karena permintaan begitu tinggi.”
Mainsepeda menyebut KAI Ngebel KOM sebagai ajang perdana mereka dengan peserta terbanyak. Sebagai perbandingan, penyelenggaraan perdana Bromo KOM diikuti sekitar 350 pesepeda.
Peserta KAI Ngebel KOM dilepas dari Kantor PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun pada pukul 06.00 WIB. Rombongan kemudian melintasi sejumlah jalan utama Kota Madiun sebelum bergerak menuju Kabupaten Ponorogo.
Tanjakan 15 Kilometer Menuju Ngebel
Tantangan utama dimulai setelah tempat perhentian di Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari, Ponorogo, pada kilometer 54,5. Peserta kemudian menuju titik awal segmen perlombaan tanjakan yang berjarak sekitar 2,5 kilometer.
Segmen KOM membentang sepanjang 15 kilometer menuju kawasan Telaga Ngebel di kaki Gunung Wilis. Rute tersebut memiliki total elevasi sekitar 830 meter dengan gradien maksimum 19 persen.
Garis finis kompetisi berada di kawasan Pembangkit Listrik Tenaga Air Ngebel pada kilometer 72. Peserta lalu melanjutkan perjalanan mengitari sebagian telaga hingga mencapai arena kegiatan di Dermaga Ngebel pada kilometer 75,5.
Kompetisi juga diikuti sejumlah atlet nasional, antara lain Ali Agung Sahbana, Samai Amari, dan Crismonita Dwi Putri. Ketiganya tercatat pernah meraih medali dalam ajang SEA Games.
Hotel dan Kuliner Madiun Ramai
Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan kedatangan peserta beserta pendampingnya turut menggerakkan kegiatan ekonomi di daerah tersebut. Sebagian besar peserta diketahui berasal dari luar Kota Madiun.
“Hotel-hotel penuh, kuliner ramai dikunjungi, dan masyarakat mendapat kesempatan untuk menunjukkan keramahan khas Madiun,” kata Bagus.
KAI turut mendukung mobilitas peserta dengan memberikan potongan harga tiket kereta hingga 20 persen. Perusahaan itu juga menyediakan layanan pengangkutan sepeda bagi peserta yang datang menggunakan kereta api.
Bagus berharap kegiatan serupa kembali diselenggarakan di Madiun dengan skala dan kategori peserta yang lebih beragam. Ajang tersebut dinilai dapat memperkuat pengembangan wisata olahraga di kawasan Madiun dan Ponorogo.
“Dampaknya bagi ekonomi dan pariwisata tentu sangat terasa. Harapan kami, tahun berikutnya kegiatan seperti ini bisa kembali digelar di Madiun,” ujar Bagus.***





Tinggalkan Balasan