“Tuntutan prestasi dan ketidakpastian masa depan sering kali menjadi beban berat, terutama bagi siswa yang berada di jenjang akhir sekolah menengah,” tegas Syarifah Liza Munira dalam keterangannya di Jakarta. 

Konten-konten viral yang menunjukkan “kelulusan instan” di media sosial dikhawatirkan akan memperparah kondisi ini, karena memaksa siswa untuk membandingkan nasib mereka dengan standar sosial yang belum tentu nyata.

Pakar psikologi anak dari Universitas Indonesia, Nabila Dian Nirmala, turut memberikan catatan penting terkait fenomena ini. Dalam wawancaranya pada Januari 2026, Nabila mengingatkan bahwa validasi diri seorang remaja tidak boleh hanya digantungkan pada selembar sertifikat kelulusan PTN. Ia menyarankan agar siswa berhenti memantau konten “reaksi” yang memicu kecemasan dan mulai fokus pada kegiatan yang lebih produktif.

“Mengelola ekspektasi adalah kunci. Jika siswa terlalu terpaku pada satu jalur, kegagalan akan terasa seperti kiamat kecil. Padahal, masa depan memiliki banyak pintu yang masih bisa diketuk,” ujar Nabila beberapa waktu lalu.

Realita Statistik dan Strategi Pivot ke Jalur Mandiri

Menghadapi ketatnya persaingan SNBP 2026, pemahaman terhadap data statistik menjadi alat yang sangat berguna untuk meredam ekspektasi yang tidak realistis. Dengan mengetahui tingkat keketatan asli, siswa dapat lebih bersiap secara mental terhadap segala kemungkinan hasil di akhir Maret nanti.

Sebagai gambaran, Universitas Indonesia (UI) pada tahun lalu hanya menerima sekitar 6,7 persen dari total pendaftarnya. Program studi seperti Pendidikan Dokter dan Ilmu Hukum tetap menjadi wilayah “perang” dengan jumlah peminat mencapai ribuan orang. 

Hal serupa terjadi di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tahun ini menyediakan 2.753 kursi melalui jalur prestasi. Kompetisi yang padat ini berarti bahwa secara sistemik, akan ada lebih banyak siswa yang belum berhasil dibandingkan yang diterima.

Agar rasa cemas tidak berubah menjadi kelumpuhan aksi, para siswa disarankan untuk segera melakukan “strategi pivot”. Menyiapkan rencana cadangan atau Plan B adalah cara terbaik untuk menetralisir stres. Pengumuman SNBP pada 31 Maret bukanlah akhir, melainkan jembatan menuju fase seleksi berikutnya yang lebih terbuka.