IHSG menutup pekan di level 5.439,26. Airlangga menyoroti pembenahan saham publik dan tata kelola bursa, sementara evaluasi MSCI masih berlangsung.

KOSONGSATU.ID — Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup menguat 0,95 persen ke level 5.439,26 pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Pada hari yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan reformasi pasar modal terus berjalan untuk menjawab sorotan MSCI.

Penguatan indeks melanjutkan pemulihan setelah tekanan jual akibat rencana perubahan klasifikasi pasar Indonesia. Namun, kenaikan harga saham belum mengakhiri evaluasi penyedia indeks global tersebut.

Menurut Databoks, yang mengutip data Bursa Efek Indonesia, seluruh sektor saham ditutup menguat. Sektor barang konsumen nonprimer memimpin dengan kenaikan 3,13 persen.

Sektor industri menyusul dengan penguatan 3,12 persen, sedangkan energi naik 2,48 persen.

Berdasarkan data RTI Business yang dikutip Databoks, sebanyak 477 saham menguat, 187 melemah, dan 129 tidak berubah. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp16,20 triliun.

Airlangga Soroti Saham Publik dan Tata Kelola

Airlangga menilai persoalan yang disoroti MSCI terutama menyangkut tata kelola perdagangan saham. Menurut dia, catatan tersebut berbeda dari kondisi fundamental ekonomi dan kinerja emiten.

Ia menyampaikan penilaian itu saat ditemui di kantornya di Jakarta, Jumat, seperti diberitakan ANTARA.

Airlangga menyebut fundamental perusahaan tercatat masih baik, antara lain dilihat dari profitabilitas dan pembagian dividen.

Salah satu agenda pembenahan adalah peningkatan porsi saham yang beredar di publik atau free float menuju batas minimum 15 persen.

Airlangga mengakui masih ada perusahaan yang belum memenuhi tingkat tersebut. Porsi saham publik berkaitan dengan ketersediaan saham yang dapat diperdagangkan investor.

Agenda lain adalah demutualisasi bursa, yakni perubahan struktur kepemilikan dan tata kelola penyelenggara bursa.

Airlangga meminta tahapan reformasi beserta perkembangannya disampaikan kepada publik. Keterbukaan itu diperlukan agar pelaksanaan pembenahan dapat dipantau.

MSCI Menunggu Bukti Perbaikan

MSCI membuka konsultasi pada 15 Oktober 2026 mengenai usulan perubahan klasifikasi Indonesia dari pasar berkembang menjadi pasar tersendiri atau standalone market.

Dalam pengumuman resminya, MSCI menyoroti ketidakjelasan struktur kepemilikan, dugaan perdagangan terkoordinasi, serta kurangnya bukti penegakan aturan yang bermakna.

MSCI mengakui otoritas Indonesia telah mengumumkan reformasi. Namun, investor institusional menginginkan penerapan yang konsisten dan bukti dampak perbaikan yang berkelanjutan.

Konsultasi menerima masukan peserta pasar hingga 30 April 2027. Keputusan akhir akan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

Perubahan klasifikasi belum menjadi keputusan final. MSCI menyatakan usulan tersebut dapat dipertimbangkan kembali apabila terdapat bukti perbaikan material dalam tata kelola dan fungsi pasar.

Karena itu, penguatan IHSG pada akhir pekan berjalan bersamaan dengan agenda reformasi yang belum selesai. Pemulihan harga saham perlu diikuti pembuktian atas pembenahan pasar. ***