IAEA memastikan tidak ada bukti program senjata nuklir terstruktur di Iran.


KOSONGSATU.ID—​Badan Energi Atom Internasional (IAEA) secara resmi mematahkan klaim Amerika Serikat dan Israel terkait ancaman pembuatan bom nuklir oleh Iran.

Pernyataan pengawas nuklir PBB ini sekaligus mendelegitimasi dalih agresi militer besar-besaran yang terjadi pada penghujung Februari lalu. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah memang terus bereskalasi hingga mencapai titik didih pada awal tahun 2026 ini.

​Amerika Serikat dan Israel sebelumnya secara agresif menggunakan narasi bahwa Iran tengah aktif dan hampir memproduksi bom nuklir. Alasan tersebut dipakai secara sepihak untuk membenarkan serangan militer gabungan yang menyasar sejumlah fasilitas nuklir dan militer penting Iran, termasuk di wilayah Natanz dan Isfahan pada 28 Februari 2026.

Serangan mematikan ini memicu duka mendalam bagi Teheran karena berujung pada tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan militer senior.

​Di tengah tingginya narasi ancaman yang digaungkan Washington dan Tel Aviv usai agresi tersebut, Direktur Jenderal IAEA, Rafael Mariano Grossi, tampil memberikan klarifikasi.

Melalui konferensi pers di hadapan awak media internasional pada 2 Maret 2026, Grossi secara tegas membantah klaim ancaman mendesak tersebut. Ia memastikan tidak ada satupun temuan atau bukti mengenai program terstruktur di Iran untuk memproduksi senjata nuklir pada saat ini.