Ironinya, mekanisme modern justru memperpanjang jarak itu. Dari sawah ke penggilingan, dari penggilingan ke pedagang besar, baru sampai ke rak warung, setiap simpul rantai berpotensi menahan margin harga tanpa transparansi yang bisa diaudit publik.
Data produksi dan data harga eceran terus dirilis terpisah, sementara data rantai distribusi di antara keduanya nyaris tak pernah dibuka ke publik. Selama celah itu dibiarkan gelap, klaim “produksi aman” dari Bapanas akan terus berbenturan dengan kenyataan yang dialami konsumen setiap kali harga naik tanpa penjelasan yang bisa dipertanggungjawabkan.***
Halaman



Tinggalkan Balasan