“Tidak ada yang bisa memprediksikan perang, tetapi kita punya skenario kalau perangnya 3 bulan, 6 bulan, atau lebih dari 6 bulan,” ujar Airlangga saat memberikan keterangan di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Penerimaan Negara Tetap Kokoh
Menariknya, di tengah bayang-bayang ketegangan ekonomi global, kondisi keuangan negara justru menunjukkan tren yang sangat positif. Sepanjang dua bulan pertama tahun 2026, pemerintah mencatat lonjakan signifikan pada sektor penerimaan negara jika membandingkannya dengan periode yang sama pada tahun lalu.
“Kalau di dua bulan pertama ini penerimaan negara lebih bagus dibandingkan tahun lalu. Ada peningkatan,” tambah Airlangga.
Berdasarkan data resmi pemerintah, performa penerimaan pajak memang tampil memukau. Pada bulan Januari 2026, penerimaan pajak sukses tumbuh hingga 30,7 persen secara tahunan.
Pencapaian luar biasa ini terus berlanjut pada bulan Februari 2026, di mana angka pertumbuhannya tetap stabil menembus 30,2 persen secara tahunan.
Ketahanan Ekonomi Menjadi Kunci
Tingginya penerimaan negara ini tentu menjadi modal penting bagi Indonesia. Meskipun ancaman krisis akibat memanasnya suhu politik di Timur Tengah terus mengintai, fondasi keuangan yang kuat di awal tahun memberikan bantalan fiskal yang mumpuni.
Hal ini memberikan ruang gerak lebih luas bagi pemerintah untuk mengeksekusi berbagai skenario pertahanan ekonomi demi melindungi masyarakat dan dunia usaha ke depan.***




Tinggalkan Balasan