Diskusi dua arah yang dilakukan secara santai dinilai jauh lebih efektif dibandingkan metode pengawasan yang bersifat restriktif atau memaksa. Orang tua didorong untuk mulai bertanya mengenai hal-hal yang paling disukai remaja saat berselancar secara daring, serta langkah apa yang sebaiknya diambil jika mereka menerima pesan dari orang asing.
Membicarakan waktu yang tepat untuk beristirahat dari gawai juga menjadi poin penting agar remaja memiliki ekspektasi keamanan yang sama dengan orang tua mereka.
Dalam hal durasi penggunaan, Meta mempermudah negosiasi soal screen time melalui fitur pengingat otomatis. Setiap remaja kini akan mendapatkan notifikasi untuk beristirahat setelah mereka menggunakan media sosial selama 60 menit.
Tak hanya itu, “Mode Tidur” akan aktif secara otomatis mulai pukul 22.00 hingga 07.00 WIB. Fitur ini secara otomatis mematikan suara notifikasi dan mengirimkan balasan pesan otomatis yang memberitahukan bahwa pemilik akun sedang beristirahat.
Fleksibilitas tambahan tetap diberikan kepada orang tua untuk mengatur batas waktu harian atau memblokir akses pada jam-jam tertentu, seperti saat anak sedang mengerjakan tugas sekolah, makan bersama, atau waktu tidur malam.
Keamanan digital yang terus berkembang menuntut orang tua untuk tetap memperbarui informasi, mengingat kebutuhan remaja usia 13 tahun sangat berbeda dengan kebutuhan remaja usia 16 tahun yang mulai mencari jati diri secara lebih mandiri. Melalui kombinasi teknologi cerdas dan komunikasi yang transparan, internet diharapkan tetap menjadi tempat yang aman dan produktif bagi generasi muda Indonesia.***



Tinggalkan Balasan