
Seiring progres pembangunan, Ibu Carning tak lagi cemas tiap kali hujan. “Alhamdulillaah, Allah mengirimkan orang-orang baik yang mau menolong,” tuturnya lirih, dikutip dari OPSHIDMEDIA.net.
Komitmen dan Target
OPSHID menyatakan program rumah layak huni berjalan tanpa pungutan terhadap penerima manfaat. Untuk kasus Tanem, peletakan batu pertama digelar 20 September 2025, dengan target rampung sebelum 28 Oktober 2025.
Untuk rumah Daricih dan Carning, pekerjaan berjalan bertahap menyesuaikan teknis lapangan dan kesiapan material. Rincian jadwal pembangunan dan serah terima akan diumumkan relawan di masing-masing lokasi (jadwal rinci tidak disebut).
Dampak: Martabat, Pendidikan, dan Rasa Aman
Ketiga kasus memperlihatkan pola serupa: para ibu memilih menunda kebutuhan tempat tinggal demi pendidikan anak. Intervensi OPSHID mengembalikan rasa aman—atap tak lagi bocor, lantai tak lagi tergenang—sekaligus menjaga martabat keluarga. Bagi Tanem, rumah baru berarti fokus pendidikan anak tetap terjaga.
Bagi Daricih, hunian layak menutup luka banjir dan menata ulang harapan. Bagi Carning, dinding kuat menggantikan papan lapuk yang hampir runtuh.
“Semoga Allah membalas kebaikan Anda semuanya,” doa Carning. Senada dengan Tanem dan Daricih, ucapan syukur menjadi penutup setiap kisah.***



0 Komentar