Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) tengah membangun rumah gratis untuk Munimah, warga Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kegiatan itu menjadi bagian dari peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda dan lahirnya lagu Indonesia Raya pada 28 Oktober 2026.
KOSONGSATU.ID – Pembangunan tersebut dilakukan melalui program Rumah Syukur, sebuah kegiatan bantuan tempat tinggal yang dijalankan komunitas tarekat Shiddiqiyyah melalui organisasi pemudanya.
Bagi penyelenggara, kegiatan ini merupakan cara menghubungkan nilai keagamaan dengan kepedulian sosial. Peringatan kebangsaan menjadi momentum untuk memberikan bantuan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pembangunan rumah Munimah juga berlangsung menjelang Hari Santri pada 22 Oktober. OPSHID mengaitkan kedua peringatan tersebut dengan gagasan bahwa keimanan dan semangat persatuan perlu diwujudkan melalui kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Apa itu program Rumah Syukur?
Nama lengkapnya adalah Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah Fatchan Mubiina. Melalui program ini, pembangunan rumah diberikan tanpa memungut biaya dari penerima.
Istilah “Rumah Syukur” mencerminkan pandangan penyelenggara bahwa rasa syukur kepada Allah dapat diwujudkan dengan membantu orang lain memenuhi kebutuhan dasar.
Dalam kegiatan OPSHID, program tersebut masuk dalam bidang pelayanan kemanusiaan. Organisasi ini memiliki dua bidang pelayanan lainnya, yakni keimanan dan kealaman atau kepedulian terhadap alam.
Ketiga bidang itu disebut Tri-Pelayanan OPSHID. Pembangunan rumah menjadi salah satu bentuk pelaksanaannya di bidang sosial.
Apa hubungannya dengan Sumpah Pemuda?
Sumpah Pemuda lahir dari Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928. Para peserta menyatakan ikrar bertanah air satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Indonesia.
Dalam kongres tersebut, lagu Indonesia Raya karya Wage Rudolf Supratman juga pertama kali diperdengarkan.
Bagi OPSHID, semangat persatuan itu menjadi dasar untuk mengajak anggotanya terlibat dalam kegiatan kemanusiaan. Pembangunan rumah dipilih sebagai salah satu bentuk pengabdian dalam peringatan ke-98 tahun ini.
Penyelenggara juga merujuk pada ungkapan Hubbul Wathan Minal Iman, yang berarti cinta tanah air merupakan bagian dari iman. Dalam konteks program ini, gagasan tersebut diterapkan melalui bantuan tempat tinggal.
Apa yang diketahui tentang pembangunan di Gresik?
Pembangunan rumah untuk Munimah sedang berlangsung di Desa Leran, Kecamatan Manyar. Menurut keterangan penyelenggara dalam naskah kegiatan, penerima tidak dikenai biaya pembangunan.
Namun, keterangan tersebut belum merinci anggaran, sumber pendanaan, kondisi rumah sebelumnya, maupun target penyelesaian. Jumlah rumah yang dibangun dalam rangkaian peringatan tahun ini juga belum disebutkan.
Informasi itu diperlukan untuk menjelaskan lebih jauh skala program dan perubahan yang akan dirasakan penerima setelah pembangunan selesai.
Untuk saat ini, rumah Munimah menjadi salah satu kegiatan yang digunakan OPSHID untuk menghubungkan peringatan Sumpah Pemuda dengan bantuan langsung kepada warga.***




Tinggalkan Balasan