Kemenangan Zohran Mamdani di pemilihan wali kota New York disambut sebagai simbol solidaritas global bagi rakyat Palestina.

KOSONGSATU.ID—Pada 5 November 2025 Zohran Mamdani (34), politisi Muslim progresif, resmi memenangkan pemilihan wali kota New York. Kemenangan itu bukan hanya kemenangan politik, tetapi juga dianggap kemenangan moral bagi perjuangan rakyat Palestina.

Mamdani dikenal karena pandangannya yang tajam terhadap kebijakan Israel dan dukungan kuat terhadap kemerdekaan Palestina. Ia secara terbuka menyebut dirinya sebagai democratic socialist, posisi yang sering memicu perdebatan di Partai Demokrat Amerika Serikat.

Dari New York untuk Palestina

Dalam kampanye dan berbagai forum publik, Mamdani tanpa ragu menyebut agresi Israel di Gaza sebagai tindakan genosida. Ia bahkan menyatakan siap menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bila berkunjung ke New York, sesuai surat perintah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

“The New York Times” melaporkan, Mamdani menempatkan isu Palestina sebagai bagian dari perjuangan global melawan ketidakadilan. “Mendukung kemerdekaan Palestina adalah bagian dari memperjuangkan kemanusiaan,” ujarnya dalam kampanye awal Oktober lalu.

Ia juga mendukung gerakan Boycott, Divestment, and Sanctions (BDS) terhadap Israel, dan sejak masa kuliah di Bowdoin College telah aktif dalam kelompok Students for Justice in Palestine.

Pasca serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, Mamdani mengutuk kekerasan di kedua sisi, namun menyebut serangan balasan Israel sebagai “genosida” dan menilai dukungan AS kepada Israel sebagai “subsidi terhadap genosida.”

Sikap Tegas: Israel Boleh Eksis, Tapi Tak Boleh Menindas

Dalam forum publik bersama UJA-Federation of New York, Mamdani menegaskan Israel berhak eksis, namun harus menjamin kesetaraan bagi semua warga.
“Saya tidak merasa nyaman mendukung negara mana pun yang memiliki hierarki kewarganegaraan berdasarkan agama,” katanya.

Ia juga membantah tuduhan antisemitisme. “Saya memandang isu anti-semitisme dengan sangat serius,” ujar Mamdani saat pidato kemenangan pada 5 November 2025.

Mamdani menegaskan bahwa New York di bawah kepemimpinannya akan menjadi kota inklusif bagi semua, termasuk warga Yahudi. Ia berencana membentuk Department of Community Safety untuk menangani kejahatan kebencian di kota itu.

Kritik Tajam dari Pejabat Israel

Kemenangan Mamdani memicu reaksi keras dari sejumlah pejabat Israel.

Menteri Urusan Diaspora Amichai Chikli (Partai Likud) menyebut hasil itu “titik balik krusial bagi New York.” “Kota yang dulu simbol kebebasan kini menyerahkan kuncinya kepada pendukung Hamas,” tulisnya di X pada Rabu (5/11/2025).

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir menilai terpilihnya Mamdani sebagai “kemenangan antisemitisme atas akal sehat.”

Sementara Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon menegaskan akan memperkuat hubungan dengan komunitas Yahudi New York dan “tidak akan terhalang oleh pernyataan provokatif Mamdani.”

Organisasi Anti-Defamation League (ADL) juga mengkritik hasil pemilihan tersebut. Presiden ADL Jonathan Greenblatt memperingatkan Mamdani bahwa “mereka akan menghadapi empat tahun ke depan dengan tekad kuat.”

Menanggapi itu, Mamdani berkata singkat, “Siapa pun bebas menilai tindakan kami, selama dilakukan dengan jujur.”

Bagi banyak pihak, kemenangan Mamdani menjadi pesan kuat dari jantung Amerika: suara bagi Palestina tidak lagi terpinggirkan.

Dari New York, gema solidaritas itu kini menggema ke seluruh dunia—bahwa perjuangan kemerdekaan Palestina adalah perjuangan seluruh umat manusia yang mencintai keadilan.***