Sang Proklamator melepas jenazah dr. Radjiman dengan berat hati, memberikan kesaksian dan penghormatan tertinggi atas kecakapan serta kewibawaan Radjiman yang sukses menakhodai kapal Indonesia tepat sebelum kelahirannya.

​Kini, nama dr. Radjiman Wedyodiningrat abadi sebagai Pahlawan Nasional. Jejaknya mengingatkan kita bahwa kemerdekaan merelakan banyak sosok bekerja di balik layar, menempuh jalan sunyi demi melahirkan fondasi negara yang berdaulat.***


​Daftar Pustaka

  • ​Larson, George Donald. (1987). Prelude to Revolution: Palaces and Politics in Surakarta, 1912–1942. Foris Publications.
  • Poesponegoro, Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto. (2008). Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Jepang dan Zaman Republik Indonesia (1942-1998). Jakarta: Balai Pustaka.
  • Soeharto. (1984). Saksi Sejarah. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer.