Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 4,75 persen. IHSG sempat menguat ke 8.376,19, namun melemah jelang siang akibat aksi ambil untung dan sentimen hawkish The Fed.
KOSONGSATU.ID–Bank Indonesia resmi mengumumkan penahanan suku bunga acuan di level 4,75 persen pada Kamis sore, 19 Februari 2026. Keputusan ini diambil pasca Rapat Dewan Gubernur (RDG) untuk menstabilkan rupiah di tengah tekanan global.
Pasar saham Indonesia sempat riang pagi tadi. IHSG melonjak 0,55 persen saat pembukaan pukul 09.05 WIB, menembus 8.357. Namun, arah berubah cepat.
Profit Taking Hantam Sesi Siang
Menjelang pengumuman BI, investor ramai mengambil untung. IHSG melemah 0,25 persen ke 8.289 saat penutupan Sesi I pukul 12.15 WIB. Rupiah juga terpukul, menyentuh Rp16.942 per USD.
Kronologi cukup jelas. Rabu kemarin, 18 Februari, IHSG ditutup naik 97 poin berkat rebound saham bank besar. Rilis risalah FOMC Federal Reserve malam itu menambah kewaspadaan. Mayoritas pejabat AS sepakat menahan suku bunga di kisaran 3,50–3,75 persen.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan langsung keputusan tersebut melalui konferensi pers virtual.
“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18–19 Februari 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75 persen,” katanya, 19 Februari 2026.
“Keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan saat ini pada upaya stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global guna mendukung pencapaian sasaran inflasi 2026–2027 dan mendorong pertumbuhan ekonomi.”
Data pendukung menunjukkan BI Rate tetap di 4,75 persen, Deposit Facility 3,75 persen, dan Lending Facility 5,50 persen. IHSG sempat mencapai tinggi harian 8.376,19, tetapi turun ke kisaran 8.260–8.289 pada siang hari. Inflasi domestik tercatat 3,55 persen year on year, sementara capital outflow mencapai USD1,01 miliar dalam 30 hari terakhir.
Dampak Jangka Pendek dan Panjang
Keputusan BI sejatinya telah diantisipasi pasar. Namun, nada hawkish The Fed menekan likuiditas global. Volatilitas IHSG pun meningkat. Kenaikan pagi tidak bertahan, investor memilih posisi aman di tengah pelemahan rupiah.




2 Komentar