Ia menuntut transparansi penuh. Dunia, kata Barrot, berhak mengetahui kronologi kejadian yang menelan korban jiwa pasukan perdamaian .

Kini, tiga jenazah pahlawan bangsa dalam perjalanan pulang. Namun pertanyaan besar masih menggantung: siapa yang bertanggung jawab? Tanpa investigasi independen dan sanksi tegas bagi pelaku, ribuan personel UNIFIL lainnya akan terus hidup di bawah ancaman yang sama.

Komitmen global sedang diuji. Tegakkan keadilan, atau biarkan hukum internasional kehilangan maknanya di medan konflik.***