Studi terbaru ungkap bahan bakar fosil selama ini menutupi fakta bahwa Bumi sudah tak sanggup menopang 8,3 miliar manusia sejak dekade lalu.
KOSONGSATU.ID – Bumi sebenarnya sudah lama kewalahan — hanya saja bahan bakar fosil menutupinya. Itulah temuan utama studi yang dipimpin Profesor Ekologi Global Corey Bradshaw dari Flinders University, Australia, yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Research Letters edisi Maret 2026.
Studi ini menganalisis lebih dari dua abad data kependudukan global dan menemukan bahwa populasi optimal yang dapat ditopang Bumi hanya sekitar 2,5 miliar jiwa — jauh di bawah 8,3 miliar penduduk yang ada saat ini.
Fosil Tutupi Realitas
Selama puluhan tahun, ketergantungan besar pada bahan bakar fosil telah meningkatkan produksi pangan, pasokan energi, dan industri secara artifisial — sekaligus mempercepat perubahan iklim dan polusi.
Dengan kata lain, manusia sudah melampaui daya dukung biosfer jauh sebelum disadari, karena teknologi dan bahan bakar fosil terus menutupi celah itu.
“Jalur kita saat ini akan mendorong masyarakat ke krisis yang lebih dalam kecuali kita melakukan perubahan besar,” kata Bradshaw dalam pernyataan Flinders University, 30 Maret 2026.
Puncak Populasi di Ujung Abad
Model ekologi yang digunakan tim peneliti memproyeksikan populasi dunia mencapai puncak antara 11,7 hingga 12,4 miliar jiwa pada rentang 2067–2076 jika tren saat ini berlanjut.
Studi ini juga menemukan bahwa ukuran total populasi menjelaskan lebih banyak variasi dalam indikator lingkungan — seperti kenaikan suhu global dan jejak ekologis — dibandingkan konsumsi per kapita.
Artinya, bukan hanya gaya hidup boros yang menjadi masalah, melainkan jumlah manusia itu sendiri.
Para peneliti menegaskan studi ini bukan prediksi keruntuhan mendadak, melainkan penilaian realistis atas tekanan jangka panjang yang sedang berlangsung — dan penurunan populasi yang selaras dengan pola konsumsi lebih bijak tetap menjadi jalur paling layak.***




Tinggalkan Balasan