“Perawatan difokuskan untuk menjaga jaringan yang masih dapat diselamatkan. Kondisi umum pasien stabil dan tidak mengancam jiwa,” kata Yoga.

Meski demikian, pemulihan fungsi penglihatan masih belum pasti.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menegaskan risiko kebutaan permanen tetap tinggi. “Fungsi matanya dikhawatirkan tidak bisa berfungsi seperti sediakala,” ujar Dimas pada 18 Maret 2026.

Kondisi ini menjadikan pemulihan mata sebagai tantangan utama dalam perawatan korban.

Luka Bakar 24 Persen Tubuh

Selain mata, Andrie mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh. Dokter mencatat luka mencapai 24 persen dari luas tubuh, meliputi wajah kanan, dada, serta kedua tangan.

Paparan cairan korosif menyebabkan kerusakan jaringan dalam waktu cepat. Penanganan dilakukan untuk mencegah infeksi dan mempercepat regenerasi jaringan kulit.

Namun hingga kini, belum ada kepastian apakah fungsi penglihatan korban dapat kembali normal.***