Analisis atas seruan Iran untuk aliansi keamanan tanpa AS dan Israel pascagenjatan senjata 7 April 2026


KOSONGSATU.ID—Kawasan Teluk sebenarnya memiliki segalanya. Mereka tidak pernah kekurangan pasokan senjata, pangkalan militer, deretan kapal perang, hingga kontrak pertahanan bernilai fantastis. Namun, mereka justru kehilangan sesuatu yang jauh lebih mendasar: martabat strategis dan kedaulatan untuk menentukan nasibnya sendiri.

Narasi kemandirian ini perlahan mencuat sebagai respons atas ironi panjang yang menyelimuti dinamika geopolitik Timur Tengah. Di balik gelontoran dana miliaran dolar untuk alutsista dan hadirnya pangkalan militer asing, negara-negara di kawasan ini mulai menyadari bahwa ketergantungan pada kekuatan eksternal hanya melahirkan kerentanan baru.

Seruan Iran yang Menggugat

Pada 25 Maret 2026, Ebrahim Zolfaghari, juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran, secara tegas mengajak negara-negara kawasan untuk membentuk aliansi keamanan dan militer tanpa melibatkan Amerika Serikat maupun Israel.

“Waktunya telah tiba untuk membangun aliansi keamanan tanpa kehadiran Amerika Serikat dan Israel,” kata Zolfaghari, dalam pesan video yang ditujukan kepada dunia Arab dan Islam, sebagaimana dikutip Yenisafak.

Ia menggambarkan agresi AS dan Israel terhadap Iran sebagai cerminan “fase baru” dan menegaskan bahwa Iran berada di garis depan pembelaan terhadap bangsa Islam.

Seruan ini bukan sekadar retorika. Ini adalah manuver untuk mendobrak tata keamanan usang yang selama puluhan tahun menjadikan Teluk sebagai panggung operasi kekuatan asing.

Sinyal serupa sudah muncul sebelumnya. Pada 15 Maret 2026, Duta Besar Iran untuk Arab Saudi, Alireza Enayati, mendesak adanya tinjauan serius terhadap hubungan diplomatik di kawasan. Ia menggarisbawahi pentingnya memangkas ketergantungan pada kekuatan eksternal dengan memperkuat kerja sama antara negara-negara GCC (Dewan Kerja Sama Teluk), Irak, dan Iran.

Pesan Teheran sangat jelas: pola lama hanya membuat negara-negara Teluk “membeli” rasa aman, tanpa pernah benar-benar memegang kendali atas sumber ancaman yang mengintai mereka.