Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke Pulau Kharg, Iran, pada Sabtu (14/3/2026). Memicu kekhawatiran lonjakan harga minyak global hingga USD150 per barel.


KOSONGSATU.ID—Komando Pusat AS (CENTCOM) menjalankan operasi pengeboman ke pangkalan militer di Pulau Kharg. Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa serangan ini sengaja tidak menyasar infrastruktur minyak demi alasan kepantasan ekonomi.

“United States Central Command melakukan salah satu serangan pengeboman paling kuat dalam sejarah Timur Tengah, dan sepenuhnya menghancurkan setiap target militer di permata mahkota Iran: Pulau Kharg. Demi alasan kepantasan, saya memilih tidak menghancurkan infrastruktur minyak di pulau tersebut,” ucap Trump, 14 Maret 2026.

Meski Washington menahan tembakan terhadap fasilitas minyak, pasar tetap merespons dengan kewaspadaan penuh mengingat status Pulau Kharg sebagai pusat transit utama energi dunia.

Pulau ini menangani sekitar 90 persen dari total ekspor minyak mentah Iran, menyalurkan volume transit hingga 950 juta barel setiap tahun. Sekitar 18 juta barel minyak dilaporkan tersimpan di pulau ini dari total kapasitas 30 juta barel.

Ultimatum Trump soal Selat Hormuz

Trump memberikan ultimatum mematikan di akhir pesannya terkait Selat Hormuz, jalur perlintasan seperlima minyak mentah global yang saat ini diblokade Iran.

“Namun, jika Iran atau pihak lain mengganggu jalur bebas kapal di Selat Hormuz, saya akan segera mempertimbangkan kembali keputusan ini,” tegas Trump.

Proyeksi Harga Minyak Tembus USD150

Harga minyak saat ini telah melampaui level 100 dolar per barel sejak ketegangan meletus pada akhir Februari 2026. Para analis memproyeksikan lonjakan yang jauh lebih brutal jika fasilitas Kharg ikut dihancurkan.

Pakar Energi Timur Tengah dari Chatham House Thinktank, Neil Quilliam, memperingatkan potensi kenaikan ekstrem. “Kita mungkin akan melihat harga 120 dolar per barel yang terjadi pada hari Senin lalu menuju ke level 150 dolar jika Kharg diserang. Pulau itu terlalu vital bagi pasar energi global,” paparnya.