Pasokan DRAM tersedot pusat data AI, harga ponsel melonjak.
KOSONGSATU.ID–Demam pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) oleh raksasa teknologi global mulai mengguncang industri ponsel pintar. Pasokan cip memori tipe DRAM tersedot ke fasilitas AI, memicu gangguan serius pada rantai pasok semikonduktor dunia.
Perusahaan seperti Google, Meta, dan Microsoft mempercepat ekspansi pusat data untuk menopang model AI generatif. Permintaan memori melonjak tajam, sementara produksi global tak mampu mengejar lonjakan tersebut.
Pengiriman Turun, Harga Naik
Laporan terbaru International Data Corporation (IDC) yang dirilis 27 Februari 2026 memproyeksikan pengiriman ponsel pintar global turun 12,9 persen tahun ini. Total pengiriman diperkirakan hanya mencapai 1,12 miliar unit, terendah dalam lebih dari satu dekade.
Di saat yang sama, rata-rata harga jual global diprediksi naik 14 persen. Harga rata-rata ponsel menembus USD 523 karena produsen membebankan kenaikan biaya komponen kepada konsumen.
Kenaikan ini terutama dipicu mahalnya memori dan komponen inti lain yang kini diprioritaskan untuk server AI. Produsen ponsel menghadapi tekanan margin yang semakin sempit.
Segmen Entry-Level Paling Terpukul
Dampak paling nyata terasa pada pasar entry-level. IDC memperkirakan sekitar 171 juta unit ponsel dengan harga di bawah USD 100, atau sekitar Rp1,5 juta, terancam hilang dari pasar global.
Segmen ini dinilai makin tidak ekonomis untuk diproduksi. Biaya bahan baku yang meningkat membuat produsen sulit mempertahankan harga rendah tanpa merugi.
Negara berkembang menjadi pihak yang paling rentan terdampak. Akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap perangkat digital berpotensi semakin terbatas.
Senior Research Director IDC Mobile Phone Tracker, Nabila Popal, menilai situasi ini bukan sekadar fluktuasi sementara.
“Krisis memori ini akan menyebabkan lebih dari sekadar penurunan sementara; ini menandai reset struktural dari seluruh pasar,” ujar Nabila dalam laporan resmi IDC, 27 Februari 2026.





1 Komentar