Santunan dan buka puasa bersama digelar Shiddiqiyyah di Wonorejo.


KOSONGSATU.ID–Warga Thoriqoh Shiddiqiyyah Pasuruan menggelar santunan dan buka puasa bersama anak yatim serta kaum dhuafa di Gedung Jami’atul Mudzakkirin, Dusun Karangnongko, Desa Karang Menggah, Kecamatan Wonorejo, Jumat (27/02/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian acara Tasyakkuran Nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI ke-83 berdasarkan penanggalan hijriah, bertepatan dengan 9–10 Ramadhan 1447 H.

Acara tersebut juga dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia.

67 Paket Santunan Disalurkan

Sebanyak 67 paket santunan diserahkan kepada penerima manfaat. Setiap paket bernilai Rp250.000, dengan total dana yang tersalurkan mencapai Rp16.750.000.

Ketua Panitia, Nazar, menyampaikan apresiasi kepada warga dan donatur yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Mudah-mudahan ini menjadi amal yang diterima oleh Allah SWT,” ujar Nazar dalam sambutannya.

Santunan diserahkan langsung kepada anak yatim dan kaum dhuafa yang hadir di lokasi acara.

​Pembagian paket santunan tunai kepada salah satu dari 67 anak yatim dalam acara buka puasa bersama warga Thoriqoh Shiddiqiyyah di Kecamatan Wonorejo, Pasuruan, Jumat (27/2/2026). Santunan ini merupakan wujud syukur jamaah atas nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI yang diperingati melalui rujukan kalender Hijriah (1364 H/1447 H). – Dok. Opshidmedia Pasuruan

Apresiasi Pemerintah Kecamatan

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Muspika Kecamatan Wonorejo. M. Saiful, Kasi Trantib Kecamatan Wonorejo, menyampaikan apresiasi atas kontribusi sosial Shiddiqiyyah di wilayahnya.

“Kami berterima kasih kepada Thoriqoh Shiddiqiyyah yang banyak membantu warga Wonorejo, baik dalam bentuk santunan maupun program nyata seperti Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah. Ini kontribusi besar bagi masyarakat kami,” kata M. Saiful.

Ia menilai kegiatan sosial yang dilakukan organisasi tersebut telah memberi dampak langsung bagi warga yang membutuhkan.

Tokoh Lintas Agama Turut Hadir

Acara ini juga dihadiri tokoh lintas agama dari Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA-I) Pasuruan.

Pendeta Budiyanto Wihadi Prastijo dan Romo Putu Sutama hadir bersama ratusan peserta lainnya. Total sekitar 250 orang mengikuti kegiatan tersebut, termasuk pengurus organisasi otonom di lingkungan Shiddiqiyyah.

Kebersamaan terlihat saat waktu berbuka puasa tiba. Para peserta duduk bersama tanpa sekat, menunggu kumandang azan Maghrib.

Pesan Kholifah: Jaga Jati Diri Bangsa

Puncak acara diisi Mauidhoh Hasanah oleh Kholifah Shiddiqiyyah, M. Munir Wahid, bersama Syamsul Arifin.

Dalam pesannya, Kholifah Munir mengajak jamaah menjaga kedaulatan bangsa secara lahir dan batin.

Ia menyampaikan tiga doa bagi Indonesia: agar bangsa senantiasa aman dan sejahtera, tetap dalam jati dirinya, serta terus memiliki dan mensyukuri Indonesia.

Acara berakhir sesaat setelah azan Maghrib berkumandang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian tasyakuran yang memadukan dimensi spiritual dan aksi sosial di tingkat lokal.***