Uwi dinilai lebih aman bagi gula darah karena indeks glikemiknya lebih rendah dibanding nasi putih.
KOSONGSATU.ID—Umbi uwi (Dioscorea alata) dinilai lebih aman bagi kestabilan gula darah dibandingkan nasi putih. Sejumlah publikasi ilmiah menunjukkan konsumsi uwi menyebabkan kenaikan glukosa darah yang lebih lambat dan stabil dibanding beras giling yang diolah menjadi nasi putih.
Rujukan utama berasal dari International Tables of Glycemic Index and Glycemic Load Values yang dipublikasikan American Journal of Clinical Nutrition oleh Atkinson, Foster-Powell, dan Brand-Miller.
Posisi Uwi dalam Tabel Glikemik Global
Indeks glikemik mengukur kecepatan pangan meningkatkan kadar glukosa darah pada skala 0–100. Pangan ber-IG rendah berada di bawah 55, sedangkan IG tinggi di atas 70.
Dalam tabel internasional tersebut, kelompok umbi-umbian jenis yam (Dioscorea spp.) tercatat berada pada kategori IG rendah hingga sedang. Sebaliknya, nasi putih secara konsisten masuk kategori IG tinggi. Temuan ini juga dirujuk FAO dan WHO dalam publikasi Carbohydrates in Human Nutrition.
Peran Pati Resisten dan Serat
Penelitian pangan di Indonesia memperkuat temuan tersebut. Riset yang dipublikasikan dalam Jurnal Teknologi dan Industri Pangan mencatat uwi memiliki kandungan pati resisten dan serat pangan lebih tinggi dibandingkan beras giling.
Struktur pati tersebut memperlambat proses pencernaan dan penyerapan glukosa, sehingga lonjakan gula darah terjadi lebih bertahap.
Temuan pada Uwi Lokal Nusantara
Studi lain dalam jurnal Naditira Widya mencatat umbi lokal Nusantara, termasuk uwi ungu, menunjukkan respons glikemik lebih rendah dibandingkan sumber karbohidrat utama berbasis beras.
Penelitian tersebut menempatkan umbi tradisional sebagai pangan alternatif yang relevan untuk pengendalian gula darah, terutama di tengah meningkatnya penyakit metabolik.
Kandungan Antosianin pada Uwi Ungu
Selain pati dan serat, uwi ungu mengandung antosianin, senyawa antioksidan yang berperan dalam meningkatkan sensitivitas insulin.




2 Komentar