Bukti berlapis dikumpulkan KPK, tetapi tersangka kuota haji tak juga diumumkan.

KOSONGSATU.ID—Menjelang tutup tahun, Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menyampaikan sinyal yang terdengar familiar. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyatakan harapan penetapan tersangka dalam konferensi pers kinerja akhir tahun.

“Mudah-mudahan perkara kuota haji ini dalam waktu dekat akan segera kami tetapkan tersangkanya,” ujar Fitroh di Gedung Merah Putih KPK, Senin, 22 Desember 2025.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto.- Istimewa

Pada hari-hari yang sama, KPK membuka satu detail penting. Auditor Badan Pemeriksa Keuangan ikut mendampingi penyidik ke Arab Saudi. Langkah ini, menurut KPK, untuk menguatkan verifikasi layanan dan fasilitas haji sekaligus membantu penghitungan kerugian keuangan negara.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan pemeriksaan saksi pada fase akhir tahun diarahkan pada kebutuhan audit tersebut.

“Hasil pemeriksaan akan dianalisis, baik oleh penyidik KPK maupun oleh BPK, khususnya untuk penghitungan kerugian keuangan negara,” kata Budi, Selasa, 16 Desember 2025.

Barang Bukti: Dokumen, Perangkat Elektronik, hingga Uang

Sejak perkara resmi naik ke tahap penyidikan pada Agustus 2025, KPK menyatakan telah mengamankan sejumlah barang bukti. Penyidik menyita dokumen kebijakan penentuan dan pembagian kuota haji, termasuk administrasi penyelenggaraan haji periode 2023–2024, yang dipakai untuk menelusuri alur pengambilan keputusan.

Selain itu, KPK juga menyita barang bukti elektronik berupa telepon genggam dan perangkat penyimpanan data dari pihak-pihak yang diperiksa. Perangkat ini digunakan untuk menelusuri komunikasi dan koordinasi yang berkaitan dengan penentuan kuota serta pelaksanaan layanan haji.

Dari sisi finansial, KPK mengungkap adanya pengembalian uang dalam jumlah besar. Ketua KPK Setyo Budiyantomenyebut nilainya mendekati Rp100 miliar.

“Ada pengembalian uang dari pihak-pihak terkait, jumlahnya mendekati Rp100 miliar,” kata Setyo Budiyanto, Senin, 6 Oktober 2025.