Kemenbud merilis 10 jilid sejarah Indonesia bertepatan Hari Sejarah Nasional di tengah kritik sejarawan.

KOSONGSATU.ID–Kementerian Kebudayaan meluncurkan buku penulisan ulang sejarah Indonesia yang digagas Menteri Kebudayaan Fadli Zon, bertepatan dengan penetapan 14 Desember sebagai Hari Sejarah Nasional. Peluncuran ini menjadi penanda dimulainya proyek pembaruan narasi sejarah nasional yang diklaim berbasis riset mutakhir dan perspektif Indonesia-sentris.

Peluncuran digelar di Jakarta, Minggu, 14 Desember 2025. Pemerintah memperkenalkan buku sejarah nasional dalam 10 jilid yang disusun oleh lebih dari 120 penulis dan editor dari berbagai perguruan tinggi serta lembaga riset. Buku ini dirancang sebagai rujukan komprehensif sejarah Indonesia, dari masa prasejarah hingga era kontemporer.

Pemerintah menyatakan buku tersebut tidak diposisikan sebagai buku teks tunggal pendidikan. Kemenbud menyebut publikasi ini ditujukan sebagai referensi akademik yang dapat digunakan lintas sektor, termasuk pendidikan, penelitian, dan kebijakan kebudayaan.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan penulisan ulang sejarah merupakan bagian dari pembaruan pengetahuan yang terus berkembang. “Sejarah tidak boleh dogmatis. Negara tidak mengatur narasi, yang bekerja adalah para sejarawan dan akademisi,” kata Fadli Zon saat peluncuran, Minggu, 14 Desember 2025.

Ia menyebut pemerintah hanya berperan memfasilitasi ruang dan dukungan, sementara tanggung jawab isi sepenuhnya berada di tangan tim penulis. Menurut Fadli, pendekatan ini diharapkan memperkuat memori kolektif bangsa tanpa menutup konteks global.