E-book sejarah 11 jilid yang dijanjikan gratis itu belum juga muncul hingga pertengahan Mei 2026.
KOSONGSATU.ID — Menteri Kebudayaan Fadli Zon kembali meleset dari tenggat peluncuran e-book “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global”.
Setelah sempat dijanjikan terbit pada Februari 2026, target itu mundur lagi ke April. Kini, memasuki pertengahan Mei 2026, buku digital tersebut masih belum tersedia untuk diakses publik melalui laman resmi kementerian.
Penundaan itu menjadi sorotan karena proyek penulisan sejarah nasional tersebut dibiayai APBN dan sejak awal disebut akan dibagikan gratis secara daring kepada masyarakat.
Pada target pertama, Fadli menyebut proses alih media dari dokumen kata ke format PDF membutuhkan waktu satu hingga dua bulan. Namun, jadwal Februari tidak terpenuhi.
Memasuki awal April, Fadli kembali menyampaikan target baru. “Mudah-mudahan bisa. Sudah selesai kalau substansi,” ujar Fadli dalam wawancara cegat di Jakarta, 2 April 2026.
Ia menjelaskan tim masih mengerjakan revisi desain dan penyesuaian tata letak sebelum buku diunggah ke publik.
11 Jilid, Hampir 8 Ribu Halaman
Proyek sejarah nasional itu tergolong kolosal. Total buku mencapai 7.958 halaman dalam 11 jilid.
Penyusunannya melibatkan 123 sejarawan dan ahli dari 34 perguruan tinggi di Indonesia. Proses penulisan disebut dimulai sejak Januari 2025.
Versi fisik buku dicetak terbatas hanya untuk Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan sejumlah perguruan tinggi. Karena itu, distribusi utama memang dirancang melalui format digital.
Namun hingga kini, kanal resmi distribusi e-book tersebut juga belum diumumkan secara pasti oleh kementerian.
Padahal, menurut pernyataan terakhir pemerintah, substansi isi buku sudah dinyatakan selesai sejak awal April. Yang tersisa disebut hanya proses teknis berupa konversi berkas dan penyempurnaan tampilan.
Publik yang menunggu akses gratis terhadap proyek sejarah nasional itu pun masih harus bersabar lebih lama.***





Tinggalkan Balasan