PCTA Indonesia memperingati Hari Pahlawan melalui pembangunan Rumah Syukur bagi korban kebakaran.

KOSONGSATU.ID – Peringatan Hari Pahlawan 2026 menjadi momentum pelaksanaan pembangunan Rumah Syukur bagi warga korban kebakaran di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. DPC Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia Kabupaten Grobogan mengawali pembangunan tersebut melalui peletakan batu pertama pada Minggu (1/11/2026).

Penerima manfaat program ini adalah Suparmin, seorang petani yang tinggal di Dusun Jetak, Desa Plosorejo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. Suparmin kehilangan rumah setelah mengalami musibah kebakaran. Berdasarkan keterangan penyelenggara, bangunan rumahnya hangus hingga tidak menyisakan bagian yang dapat ditempati.

Melalui program Rumah Syukur, sejumlah pengurus organisasi menyepakati bantuan pembangunan rumah layak huni bagi Suparmin dan keluarganya. Kegiatan tersebut dilaksanakan sembilan hari menjelang peringatan Hari Pahlawan nasional pada 10 November 2026.

Hari Pahlawan Menjadi Momentum Pembangunan

Dalam dokumentasi kegiatan, penyelenggara memasang spanduk bertuliskan “Peletakan Batu Pertama Rumah Syukur Hari Pahlawan 2026”. Tulisan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan rumah dikaitkan secara langsung dengan agenda mensyukuri Hari Pahlawan tahun ini.

Ketua DPC PCTA Indonesia Kabupaten Grobogan Hadijono menjelaskan bahwa bantuan rumah diberikan setelah pengurus melakukan survei terhadap kondisi calon penerima. Proses tersebut melibatkan unsur organisasi PCTA Indonesia bersama sejumlah organisasi lain yang disebut dalam keterangannya.

Setelah meninjau kondisi Suparmin, pengurus mencapai kesepakatan dan memberikan persetujuan untuk membangun rumah layak huni. Keputusan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pelaksanaan peletakan batu pertama pada 1 November 2026.

Penerima Rumah Syukur Seorang Petani

Suparmin diketahui bekerja sebagai petani dan memiliki tiga anak. Istrinya telah meninggal dunia, sedangkan anak bungsunya masih duduk di kelas empat sekolah dasar. Kondisi tersebut menjadi bagian dari informasi yang disampaikan Hadijono kepada redaksi mengenai latar belakang penerima Rumah Syukur.

Rumah yang akan dibangun merupakan pengganti tempat tinggal Suparmin yang sebelumnya habis dilalap api. Pelaksanaan peletakan batu pertama menjadi awal pembangunan yang telah disetujui pengurus setelah melalui proses survei.***