Generasi Z dan milenial menjadikan media digital sebagai sumber informasi utama serta menuntut kepraktisan platform dalam menunaikan zakat.
KOSONGSATU.ID – Chief Executive Officer (CEO) Alvara Research Center sekaligus Ketua PBNU, Hasanudin Ali, menyatakan Generasi Z memiliki karakter unik dalam memilih lembaga amil zakat. Kelompok muda ini sangat mengutamakan kemudahan layanan berbasis digital.
Temuan tersebut berasal dari survei Alvara terhadap 500 responden di Jabodetabek, Surabaya, dan Makassar. Mayoritas responden dalam riset tersebut merupakan kelompok milenial, disusul oleh Generasi X dan Generasi Z.
”Karakter kelompok muda dalam memilih dan mengenali lembaga amil zakat memiliki kecenderungan berbeda dibandingkan generasi yang lebih tua,” ujar Hasanudin dalam diskusi panel dalam Silatnas LAZISNU Sedunia di Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang, Sabtu (30/8/2026).
Ihwal sumber informasi, Generasi Z dan milenial mendominasi pencarian melalui platform seperti YouTube, Instagram, dan TikTok. Mereka juga menuntut kemudahan transaksi via perbankan internet dan sistem pindai QRIS.
Selain itu, masyarakat mengharapkan fitur tambahan dari lembaga pengelola donasi. Fitur tersebut mencakup konsultasi syariah, pelacakan penyaluran dana, sistem pengaduan, hingga konfirmasi akad secara waktu nyata.
Empat Segmen Muzaki
Berdasarkan hasil survei tersebut, Alvara memetakan empat segmen pembayar zakat atau muzaki di Indonesia. Segmen terbesar adalah muzaki berkomitmen filantropi sebesar 31,8 persen yang sangat memprioritaskan dampak serta transparansi.
Segmen kedua adalah muzaki digital pragmatis dengan proporsi 25 persen yang didominasi oleh generasi muda. Mereka gemar membandingkan berbagai platform donasi daring demi mendapatkan kepraktisan tertinggi sebelum menyalurkan dana.
Adapun segmen ketiga merupakan muzaki tradisional yang lebih memercayakan zakatnya secara langsung kepada tokoh agama. Sementara segmen keempat adalah muzaki situasional yang berdonasi hanya pada momentum tertentu, seperti Ramadan atau saat terjadi bencana.
”Kelompok ini memiliki sensitivitas terhadap nominal, ketika nominal yang ditawarkan atau dibutuhkan meningkat, kelompok ini dapat mempertimbangkan kembali pilihannya,” ucap Hasanudin.***




Tinggalkan Balasan