Permintaan global terhadap cip, komputer, dan perangkat pusat data berbasis kecerdasan buatan menopang ekspor China ketika konsumsi domestik negara itu melemah. Bagi Indonesia, tren tersebut membuka peluang investasi pusat data, tetapi sekaligus berisiko memperbesar ketergantungan terhadap perangkat teknologi impor.
KOSONGSATU.ID — Ledakan investasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah peta perdagangan global. China kini tidak hanya mengandalkan furnitur, tekstil, dan produk konsumsi murah sebagai mesin ekspornya. Cip, komputer, serta perangkat pengolahan data untuk pusat data AI mulai menjadi penopang penting perdagangan negara tersebut.
Berdasarkan jajak pendapat Reuters terhadap 20 ekonom yang dipublikasikan Senin, 13 Juli 2026, ekspor China pada Juni diperkirakan tumbuh 18,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka itu sedikit melambat dari pertumbuhan 19,4 persen pada Mei, tetapi masih mencerminkan kuatnya permintaan luar negeri terhadap produk teknologi China.
Reuters juga melaporkan surplus perdagangan China pada Juni diproyeksikan mencapai 120,6 miliar dolar AS, naik dari 105,43 miliar dolar AS pada bulan sebelumnya. Dalam laporan yang sama, ekspor perangkat pengolahan data otomatis, yang mencakup komputer dan sejumlah peralatan pendukung infrastruktur AI, disebut tumbuh sekitar 60 persen secara tahunan.
Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa perkembangan AI tidak hanya menguntungkan perusahaan pembuat model kecerdasan buatan. Permintaan terhadap pusat data ikut meningkatkan kebutuhan cip, server, komputer, perangkat jaringan, penyimpanan data, dan sistem pendingin.
Data perdagangan Mei yang dikutip Reuters menunjukkan ekspor perangkat pengolahan data otomatis China melonjak 66,1 persen secara tahunan. Pada periode yang sama, ekspor produk teknologi tinggi tumbuh 50,9 persen. Reuters menilai peningkatan itu ditopang permintaan semikonduktor dan peralatan elektronik untuk pembangunan pusat data AI di berbagai negara.
AI Menahan Perlambatan Ekonomi China
Ekspor teknologi menjadi bantalan penting bagi perekonomian China yang masih menghadapi lemahnya konsumsi rumah tangga, investasi swasta, dan sektor properti.



Tinggalkan Balasan