Dari jumlah tersebut, 966 orang berada di posko Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Sebanyak 14.499 warga lainnya mengungsi secara mandiri.

Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton S.P. Panjaitan mengingatkan bahwa jumlah pengungsi tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah warga yang kehilangan rumah. Sebagian warga memilih mengungsi karena khawatir terhadap gempa susulan.

BNPB juga mencatat 11.925 rumah mengalami kerusakan. Perinciannya terdiri atas 5.516 rumah rusak berat, 1.916 rusak sedang, dan 4.493 rusak ringan.

Untuk rumah rusak ringan, pemerintah menyiapkan bantuan Rp15 juta. Pemilik rumah rusak sedang akan memperoleh Rp30 juta setelah proses pendataan dan verifikasi selesai.

Warga dengan rumah rusak berat akan mendapatkan hunian tetap. Selama menunggu pembangunan, mereka dapat memilih menempati hunian sementara atau menerima dana tunggu hunian Rp600 ribu untuk menyewa tempat tinggal.

Teddy mengatakan distribusi logistik melalui jalur udara, laut, dan darat akan terus dilakukan untuk menjangkau seluruh daerah terdampak.

“Pemerintah terus memantau penanganan bencana di sana sehingga diharapkan seluruh logistik dapat secepat mungkin diterima oleh masyarakat,” kata Teddy.***