Iran Tutup Akses ke Dunia Luar

Otoritas Iran tampak membatasi akses publik ke dunia luar. Layanan telepon dan internet terganggu, dan telepon rumah tidak bisa melakukan atau menerima panggilan internasional. NetBlocks melaporkan adanya penurunan signifikan lalu lintas internet.

Komando Keamanan Siber Iran mengakui pembatasan tersebut, menyatakan langkah itu bertujuan menghentikan “musuh mengeksploitasi infrastruktur untuk operasi siber dan militer.”

Beberapa situs internasional diblokir, sementara situs lokal tetap berjalan — menandakan bahwa Iran mengaktifkan “halal net,” internet versi lokal yang dikendalikan negara. TV pemerintah juga menyerukan agar warga menghapus aplikasi WhatsApp, mengklaim tanpa bukti bahwa aplikasi itu mengirim data pengguna ke Israel.

Pihak WhatsApp menanggapi dengan kekhawatiran bahwa “laporan palsu ini akan dijadikan alasan untuk memblokir layanan kami saat orang sangat membutuhkannya.”

Situs Nuklir Iran Kembali Rusak

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan bahwa serangan Israel terhadap fasilitas pengayaan Natanz berdampak langsung pada instalasi bawah tanah. Citra satelit usai serangan Jumat menunjukkan kerusakan pada ruang pengayaan bawah tanah.

Sebelumnya, IAEA juga melaporkan bahwa Israel telah menghancurkan ruang pengayaan di atas tanah dan memutus pasokan listrik ke fasilitas itu. Mayoritas aktivitas pengayaan Iran berlangsung di bawah tanah untuk perlindungan.

Israel mengklaim serangan ke Natanz telah menghambat program nuklir Iran, tapi belum mampu menjangkau fasilitas Fordo yang tersembunyi di dalam gunung. Untuk menghantam Fordo, dibutuhkan pembom siluman B-2 milik AS dengan bom penghancur bunker GBU-57 berbobot 14.000 kilogram.***