
Trump: “Kami Tidak Ingin Gencatan Senjata”
Trump meninggalkan KTT G7 di Kanada lebih awal untuk menangani konflik ini, dan kepada wartawan ia mengatakan, “Saya tidak sedang membicarakan gencatan senjata. Kami menginginkan sesuatu yang lebih dari itu.”
Menurutnya, AS ingin melihat “akhir yang nyata” dari konflik, yang bisa mencakup Iran menyerah sepenuhnya. “Saya tidak dalam suasana hati untuk bernegosiasi,” katanya, meski ia juga membuka opsi diplomasi dan mengatakan Wakil Presiden JD Vance serta utusan khusus Steve Witkoff bisa dikirim untuk berdialog dengan Iran.
Sementara itu, AS menggeser pesawat militer dan kapal perang ke sekitar Timur Tengah untuk melindungi Israel dan menghadapi ancaman Iran terhadap instalasi militer AS. Citra satelit pada Rabu menunjukkan tidak ada kapal yang berlabuh di markas Armada ke-5 AL AS di Bahrain — penyebaran ini lazim dilakukan untuk keamanan.
Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu disebut telah berbicara melalui telepon pada Selasa, menurut pejabat Gedung Putih yang meminta anonimitas.
Iran: Serangan Balasan Belum Berakhir
Iran belum merespons langsung pernyataan Trump, tapi petinggi militernya berjanji Israel akan menerima serangan lanjutan.
“Operasi yang telah dilakukan sejauh ini hanya bersifat peringatan dan pencegahan,” kata Jenderal Abdul Rahim Mousavi, Panglima Angkatan Darat Iran, dalam sebuah video. “Operasi hukuman akan segera dilakukan.”
Militer Israel memperingatkan warga agar tetap dekat dengan tempat perlindungan saat Iran meluncurkan rudal baru pada Rabu. Namun sebagian besar berhasil dicegat dan belum ada laporan korban. Sirene terdengar di wilayah selatan Israel, termasuk di Dimona — lokasi fasilitas nuklir rahasia Israel.
Kementerian Luar Negeri AS mengumumkan bahwa Kedutaan Besar AS di Yerusalem tetap ditutup hingga Jumat.

Kehidupan Terhenti di Teheran
Trump memperingatkan melalui media sosial bahwa “semua orang harus segera evakuasi dari Teheran,” menyuarakan seruan militer Israel yang meminta sekitar 330.000 warga di pusat kota untuk meninggalkan daerah itu.
Teheran, dengan populasi sekitar 10 juta jiwa — setara dengan jumlah penduduk Israel — mulai sepi sejak konflik meletus. Toko-toko tutup, termasuk Grand Bazaar yang hanya tutup saat krisis besar seperti protes 2022 dan pandemi COVID-19. Jalan-jalan menuju barat Teheran mengalami kemacetan parah.




Tinggalkan Balasan