
Meski tahapan konstruksi belum dimulai secara resmi, Imam menegaskan, tidak ada kendala berarti yang menghambat proses awal pembangunan RPS. “Alhamdulillah, sejauh ini belum ada kendala yang signifikan,” tambahnya.
Koordinator Pelaksana Zona 1, Muhlisin, juga mengonfirmasi jika seluruh persiapan menjelang seremoni peletakan batu syukur telah rampung. Area kerja dirapikan, material utama tersedia, dan tim teknis bersiap mendampingi proses acara.
“Kelima rumah RPS memiliki progres yang seragam, dan sudah masuk tahap awal pembangunan,” ujar Muhlisin, Sabtu (21/6).
Ihwal kesiapan peresmian juga ditegaskan oleh Obi, Koordinator Pelaksana DPP OPSHID. “Semua kendala yang terjadi di lapangan sudah ada solusinya semua. Aman,” tegasnya, Sabtu (21/6).
Sedangkan menurut Koordinator Zona 3, Omar Saladin, persiapan pembangunan Rumah Syukur di salah satu titik proyek telah mencapai 90 persen.
Tim pelaksana memastikan seluruh kebutuhan utama—termasuk alat kerja dan suplai material struktur serta pasangan dinding—telah tersedia di lokasi.
Pekerjaan pra-pembangunan telah memasuki tahap penting. Beberapa aktivitas yang sudah dilakukan, antara lain, pengukuran lahan (bouwplank), perakitan besi sloof, kolom, dan balok praktis, hingga fabrikasi bekisting sloof. Galian fondasi tapak di sembilan titik juga telah diselesaikan.
“Dapur umum juga telah disiapkan untuk mendukung kebutuhan logistik di lapangan,” kata Omar, Sabtu
Saat ini, progres pekerjaan fisik tercatat baru mencapai 1 persen, namun siap dilanjutkan setelah seremoni peletakan batu pertama digelar.

Program Rumah Syukur tidak hanya menyasar penyediaan hunian, melainkan juga membangun kembali semangat gotong royong, kemandirian, dan kepedulian sosial yang mulai pudar. Batu yang diletakkan, bagi mereka, bukan sekadar pondasi bangunan—melainkan simbol syukur dan harapan kemajuan Indonesia Raya.***




Tinggalkan Balasan