OPSHID merangkul banyak pihak—termasuk dari unsur pemerintahan hingga aparat keamanan—agar memberikan atensi pada proyek pembangunan Rumah Syukur. Upaya persuasif untuk mengajak peduli dan membangun Indonesia bersama-sama.
KOSONGSATU.ID—Sejumlah tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah desa hingga kabupaten, dan aparat keamanan dijadwalkan hadir dalam seremoni peletakan batu pertama proyek Rumah Syukur yang diinisiasi Dhilal Berkat Rochmat Alloh (DHIBRA) bersama Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa (OPSHID FKYME) pada Ahad (22/6).
Untuk proyek sosial OPSHID—yang disebut Rumah Pintar Shiddiqiyyah (RPS)—seremoni utama peletakan batu pertamanya disatukan di tiga titik sekaligus, yaitu di titik yang dibangun oleh Zona 2, 3, dan 4.
Di lokasi inilah Kapolres Sukabumi AKBP Samian dijadwalkan hadir sebagai tamu undangan dalam upacara peletakan “batu syukur”.
Sebagaimana diketahui, sebenarnya ada lima titik pembangunan RPS, yang tersebar di wilayah Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Dua titik lainnya—yang dibangun DPP OPSHID dan Zona 1—menggelar prosesi secara sederhana, menyesuaikan dengan kondisi dan dinamika lingkungan masing-masing.
“Totalnya ada 135 unit rumah yang akan dibangun,” ujar Muchsin, Koordinator Pelaksana Zona OPSHID 2.
Jumlah yang disebut Muchsin itu adalah total rumah yang dibangun dalam program Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS), yang dikomandoi oleh DHIBRA.
Rumah itu tersebar di seluruh DPD DHIBRA di seluruh Indonesia. Nah, lima RPS yang dibangun OPSHID termasuk di dalamnya.
“Kami berusaha menjalin komunikasi dengan tokoh masyarakat dan aparat sejak awal. Semua unsur pemerintahan dari tingkat kabupaten hingga desa turut kami libatkan,” kata Muchsin.
Sementara itu, pengurus OPSHID Palembang—yang masuk dalam Zona 4—Imam Nawawi, menyatakan seluruh bahan bangunan dan personel pelaksana telah bersiaga di lokasi menjelang acara peletakan batu syukur.
“Penggalian, pembesian, kusen, daun pintu, dan bahan-bahan lainnya sudah siap di lokasi. Personel juga sudah standby,” ujar Imam, Sabtu (21/6).




Tinggalkan Balasan